"Dan Allah telah menjadikan perumpamaan bagi orang-orang yang kafir, isteri Nuh dan isteri Luth. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami, kemudian keduanya berkhianat kepada mereka, maka kedua hamba itu tidak dapat menyelamatkan mereka dari siksaan Allah. Dan dikatakan kepada keduanya, "Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk neraka."
QS. An-Nuh ayat 21-27:
"Dan Kami wahyukan kepada Nuh, "Buatlah bahtera dengan pengawasan dan wahyu Kami dan janganlah kamu berdebat dengan Aku tentang orang-orang yang zalim, karena mereka pasti akan ditenggelamkan."
Maka Nuh pun membuat bahtera. Dan setiap kali pemuka kaumnya melewati Nuh, mereka mencemoohnya. Nuh berkata, "Jika kamu mencemooh kami, maka kami pun mencemooh kamu sebagaimana kamu mencemooh kami. Dan kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang menghinakan dan siksaan yang kekal."
Dan ketika datanglah perintah Kami dan air memancar dari mata air bumi, Kami berkata kepada Nuh, "Masukkanlah ke dalam bahtera itu dua pasang dari setiap jenis hewan dan keluargamu, kecuali orang yang telah ditetapkan ketetapan atasnya dan orang-orang yang telah beriman." Dan tidaklah beriman bersama Nuh kecuali sedikit.
Dan Nuh berkata, "Naiklah kamu ke dalamnya dengan nama Allah, berlayarnya dan berlabuhnya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Perkiraan Kejadian Banjir Besar di Zaman Nabi Nuh

Ilustrasi Bahtera Nabi Nuh, Image Dibuat Menggunakan Teknologi AI Copilot--
Perkiraan waktu terjadinya Banjir Besar di zaman Nabi Nuh masih menjadi perdebatan di antara para ahli.
Berikut beberapa perkiraan berdasarkan berbagai sumber:
Berdasarkan Alquran dan Alkitab:
Alquran tidak menyebutkan secara spesifik waktu terjadinya Banjir Besar.
Alkitab (Kejadian 7:6) menyebutkan Nuh berusia 600 tahun saat air bah datang.
Berdasarkan Perhitungan Astronomi:
Dr. Maurice Bucaille, seorang ahli bedah dan penulis Prancis, memperkirakan Banjir Besar terjadi pada tahun 2348 SM berdasarkan perhitungan astronomi.