FIN.CO.ID - Terdapat empat golongan darah utama: A, B, AB, dan O. Golongan darah O mempunyai karakteristik yang khas karena tidak memiliki antigen pada permukaan membran sel darah merah.
Variasi dalam jenis karbohidrat dan protein pada membran sel tersebutlah yang menyebabkan adanya beragam tipe golongan darah.
Fakta Golongan Darah O
Golongan darah O diakui sebagai golongan darah yang universal karena dapat diterima oleh individu dengan golongan darah lain ketika melakukan transfusi.
Namun, faktor rhesus tetap menjadi penentu dalam kemampuan mengubah golongan darah O menjadi golongan darah lainnya.
Berikut beberapa fakta dari golongan darah O:
1. Pemilik golongan darah O adalah pendonor universal
Golongan darah O, berbeda dengan golongan darah A, B, dan AB yang mengandung antigen, merupakan satu-satunya tipe golongan darah yang bebas dari antigen. Karakteristik ini menjadikan golongan darah O memiliki risiko yang lebih rendah dalam menimbulkan reaksi transfusi darah.
Oleh karena itu, individu dengan golongan darah O negatif dapat menyumbangkan darah mereka kepada individu dengan semua jenis golongan darah. Karena kemampuannya yang luas ini, golongan darah O sering disebut sebagai pendonor darah universal.
2. Golongan darah O lebih banyak disimpan di bank darah
Hampir semua lembaga penyimpanan darah dan rumah sakit di seluruh dunia cenderung lebih memprioritaskan persediaan golongan darah O (terutama golongan darah O rhesus negatif).
Hal ini dikarenakan golongan darah O dianggap memiliki risiko yang lebih rendah untuk menimbulkan reaksi transfusi, sehingga bisa menjadi pilihan utama untuk transfusi darah darurat kepada pasien yang membutuhkannya.
Meskipun demikian, hal ini tidak berarti bahwa individu dengan golongan darah lain tidak memiliki nilai. Setiap sumbangan darah, tanpa memandang golongan darahnya, memiliki dampak besar dalam menyelamatkan nyawa seseorang.
3. Wanita dengan golongan darah O dianggap lebih berisiko terkena masalah kesuburan
Masih terdapat perdebatan kontroversial mengenai anggapan ini. Beberapa studi menunjukkan bahwa wanita dengan golongan darah O secara rata-rata memiliki tingkat hormon FSH yang lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang memiliki golongan darah lain.