News . 07/02/2024, 07:20 WIB
FIN.CO.ID- Polda Jawa Tengah (Jateng) buka suara terkait kabar pihaknya memaksa sejumlah rektor Universitas di Jateng untuk membuat video yang mengapresiasi kinerja Presiden Jokowi selama 9 tahun menjabat.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Satake Bayu mengatakan upaya itu merupakan giat cooling system jelang Pemilihan Unum (Pemilu).
Bayu menjelaskan, selain rektor, pihaknya juha meminta para tokoh-tokoh masyarakat guna menjaga Pemilu berjalan damai.
BACA JUGA:
“Dalam rangka Pemilu, kita melaksanakan giat colling sistem mengajak tokoh-tokoh masyarakat utk ikut menjaga agar pemilu berjalan aman dan damai,” kata Satake, Selasa 6 Februari 2024.
Satake menyebut bahwa tujuan utama giat ini untuk menghimbau dan mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kondusifitas Pemilu 2024.
Hal ini dilakukan dalam rangka memelihara persatuan dan kesatuan bangsa sebelum dan sesudah Pemilu berlangsung.
“Sehingga pemilu terselenggara dengan aman, damai dan bermartabat sesuai dengan harapan forum rektor,” ujarnya.
BACA JUGA:
Sebelumnya, Rektor Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang, Ferdinandus Hindarto mengaku dipaksa kepolisian Jawa Tengah untuk membuat video apresiasi kepada kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama kepimpinannya.
Ferdinandus mengatakan, dia dihubungi oleh kepolisian dari Polres setempat untuk membuat video apresiasi kinerja Jokowi dan dikirim melalui WhatsApp.
Chat pertama itu kan hari Jumat 2 Februari, saya berangkat ke Surabaya karena pertemuan kami dengan Perguruan Tinggi Katolik itu di Surabaya beliau mengatakan dari Polrestabes," kata Ferdinan saat ditemui awak media di Unika Soegijapranata, Semarang, Selasa 6 Februari 2024.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id