BACA JUGA:
- Dear Bu Nicke Widyawati! Pejabat Pertamina Difasilitasi Main Golf Termasuk Gratifikasi Loh, Buktinya Ada di Sini
- Pertamina Diduga Terlibat Suap dari Perusahaan Jerman, Corporate Communication: Fasilitas Main Golf, Bukan Suap, Bukan Terima Uang

Pejabat Indonesia disebut terima suap dari perusahaan Jerman SAP. -fin/diolah-
Disebutkan ada pesan WhatsApp antara account executive SAP Indonesia dan karyawan Indonesia Intermediary 1 tentang permintaan bagasi dan amplop.
"Keduanya dipahami sebagai kode suap kepada pejabat pemerintah pejabat. Dalam kasus tertentu, foto dan video menjadi bukti pembayaran tunai yang dilakukan kepada pejabat pemerintah," ungkap SEC dalam dokumennya.
Bahkan, lanjut SEC, salah satu local account executive SAP Indonesia mengaku memfasilitasi dan dalam beberapa kasus, secara pribadi melakukan pembayaran kepada klien sektor publik saat menjadi karyawan Indonesia Intermediary 1.
SEC juga menambajka bahwa SAP-VAR merupakan partisipan aktif dalam upaya tersebut. Bahkansecara khusus menyebut Indonesia Intermediary 1 sebagai pihak yang membantu skema ini.
"Dua Pegawai Intermediary 1 juga mengaku memfasilitasi pembayaran kepada pejabat pemerintah," papar SEC dalam rilisnya.
BACA JUGA:
- Diduga Terkait Suap Perusahaan Jerman SAP, Angkasa Pura 1 Sebut Terkendala Keterbatasan Informasi
- 8 Lembaga Pemerintah dan BUMN Diduga Terlibat Suap dengan Perusahaan Jerman: Ada Pertamina hingga Angkasa Pura
Skandal Suap Libatkan 8 Lembaga Pemerintah dan BUMN
Sebanyak 8 lembaga pemerintah dan BUMN di Indonesia diduga terlibat kasus skandal suap dengan perusahaan software asal Jerman. Mulai dari Kominfo, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kemensos, PT Pertamina hingga Angkasa Pura I dan II.
Berdasarkan dokumen pengadilan, SAP melalui beberapa pihak terbukti telah menyuap dengan memberikan barang-barang bernilai ekonomis, uang tunai, sumbangan politik, uang via transfer, serta barang-barang mewah kepada pejabat di Afrika Selatan dan Indonesia.
Pada periode tahun 2015-2018, SAP melalui perwakilannya terlibat dalam upaya suap terhadap pejabat Indonesia guna mendapatkan keuntungan dan memenangkan berbagai kontrak di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI) yang kini bernama Bakti Kominfo.
Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) juga diduga menerima suap dari SAP.