Anies yang mendapatkan kesempatan untuk menanggapi, ia sebut fenomena 'Orang Dalam' yang menyebalkan sampai membuat meritokratik.
"Beberapa orang guru berjumpa dengan saya dan mereka mengatakan, 'Pak di tempat kami, pengangkatan guru-guru itu mendasarkan ordal. Kalau tidak punya ordal tidak bisa diangkat jadi guru.' Terus apa katanya, 'Wong di Jakarta aja pakai ordal'," tutur Anies
Lantas apa arti Ordal yang disebut oleh Anies Baswedan?
BACA JUGA:
- Begini Reaksi Prabowo Ketika Disindir Anies Tidak Tahan Jadi Oposisi dan Ingin Berkuasa
- Momen Ketika Prabowo Tanggapi Anies Sambil Nunjuk-Nunjuk: Kalau Jokowi Diktator, Anda Tidak Mungkin Jadi Gubernur!
Mengenal Ordal
Ordal atau orang dalam sebuah fenomena umum di Indonesia, kalian ini biasanya berhubungan dengan pekerjaan, jabatan, kekuasaan, organisasi, dan lain-lain.
Akses yang dimaksud dapat berupa kebijakan maupun informasi yang sifatnya eksklusif atau rahasia.
Dengan ordal kalian dapat memiliki potensi besar untuk mendapatkan tujuan dan posisi tertentu.
Ternyata Ordal merupakan etika melanggar hukum dan termasuk kategori nepotisme.
BACA JUGA:
- Anies Baswedan Singgung Mega Suryani Korban KDRT di Bekasi Dalam Debat Capres Perdana
- Materi Sensitif Komika Lampung Aulia Rakhman: Suruh Anies Ucap Natal ke Habib Rizieq
Dilansir dari buku Birokrasi dan Good Governance oleh Manotar Tampubolon (2023), nepotisme merupakan praktik perlakuan khusus kepada anggota keluarga maupun kerabat dalam pengambilan keputusan penting.
Contoh umum dari praktik nepotisme atau ordal adalah HRD yang memilih orang dekatnya untuk menjadi pegawai suatu perusahaan, meskipun ada kandidat lain yang lebih layak.
Kesimpulanya, ordal merupakan fenomena yang sering ada di lingkungan dunia kerja, organisasi, dan lain-lain. Istilah ini dapat akses lebih mudah dalam pekerjaan.