Amerika Serikat Didesak Hentikan Pengiriman Amunisi Artileri ke Israel

fin.co.id - 14/11/2023, 16:02 WIB

Amerika Serikat Didesak Hentikan Pengiriman Amunisi Artileri ke Israel

Tentara Israel bersiaga memegang senjata mereka dalam bentrokan dengan para pengunjuk rasa Palestina menyusul aksi protes menentang ekspansi permukiman Yahudi di Desa Kufr Qadoom di dekat Kota Nablus, Tepi Barat, Jumat (18/12/2020).

Laporan dari Bloomberg menunjukkan bahwa defisit anggaran Israel telah meningkat tujuh kali lipat pada bulan Oktober dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kerugian Israel ini jadi perdebatan nasional dan membuat perekonomian Israel di tengah kegelisahan. 

BACA JUGA:

Seorang wanita memegang Bendera Israel sebagai bentuk dukungan--The Times of Israel

Program pengeluaran Israel yang fantastis ini mencakup apa yang disebut sebagai dana koalisi atau pengeluaran diskresi yang diperuntukkan bagi lima partai di pemerintahan Benjamin Netanyahu, yang merupakan partai paling religius dalam sejarah Israel. 

Menurut Kementerian Keuangan Israel perang Israel Hamas yang telah berjalan sebulan, telah timbulkan kerugian perekonomian Israel hampir $8 miliar atau setara dengan 125 triliun rupiah dalam kurs Rp15.600 per USD. 

Defisit anggaran Israel membengkak lebih dari tujuh kali lipat pada bulan Oktober dibandingkan tahun sebelumnya.  

Terlebih lagi, Kementerian Keuangan telah mengumumkan rencana untuk utang luar negeri sebesar 75% lebih banyak pada bulan November dibandingkan bulan lalu.

BACA JUGA:

"Selama pemerintah tetap berpegang pada dana koalisinya, pemerintah akan membayar utangnya lebih banyak,” kata Rafi Gozlan, kepala ekonom di IBI Investment House.

Perang dimulai pada 7 Oktober ketika Hamas, yang ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh AS, menyerbu dari Gaza ke komunitas Israel selatan dan menewaskan sekitar 1.200 orang.  

Sementara Lebih dari 11.000 orang tewas di Gaza, menurut kementerian kesehatan yang dikelola Hamas, sejak Israel memulai serangan udara balasan dan melancarkan serangan darat. (*) 

 

Khanif Lutfi
Penulis