DE juga dikenal aktif di media sosial untuk menyebarkan propaganda aksi terorisme. Bahkan, beberapa akun miliknya pernah dilaporkan dan ditutup oleh Facebook dan YouTube.
Namun, lanjut Aswin, seperti pelaku-pelaku lainnya, DE tidak kapok dengan penutupan akun tersebut dan justru membuat akun-akun baru dengan akses pribadi (private).
Puncaknya, ketidaksukaan (ghirah) DE muncul sekitar tiga pekan terakhir. Dia semakin tinggi menyebarkan ajakan atau imbauan untuk melakukan amaliyah (bunuh diri) atau melakukan aksi terorisme.
"Sehingga, pesan-pesan tersebut dilakukan secara private menggunakan timer message. Sehingga, setelah sampai kepada si penerima, lalu dibuka, dan langsung hilang dari server atau dari jaringan," jelas Aswin.
Saat ini, penyidik Densus 88 Antiteror Polri sedang mendalami unggahan pesan pribadi yang dikirimkan DE dari akun media sosial miliknya.

Barang bukti yang ditemukan Densus 88 di lokasi penggerebekan-Tuahta Aldo-
BACA JUGA:
- Karyawan PT KAI Teroris, DPR: Erick Thohir Harus Serius Tangani Radikalisme BUMN, Jangan Terlena Pilpres 2024
- Kapolda Metro Jaya Ungkap, Anggota Densus 88 Temukan 18 Senjata dan Bendera ISIS di Rumah Teroris Bekasi
11 Senjata Laras Pendek, 5 Laras Panjang
Seperti diberitakan, Densus 88 Antiteror Polri menangkap DE, Senin, 14 Agustus 2023, pukul 12.17 WIB, di Bulak Sentul, Harapan Jaya, Bekasi Utara.
Dalam penangkapan tersebut, penyidik menyita barang bukti, di antaranya 17 pucuk senjata api yang terdiri atas 11 laras pendek dan lima laras panjang.
Selain itu, ada beberapa magasin dan amunisinya, komputer meja yang masih didalami, serta beberapa barang bukti lainnya.

Penampakan Senjata, amunisi dan barang bukti lain milik pegawai PT KAI yang diamankan Densus 88-fin/islahbahrawi-Twitter

Barang bukti yang ditemukan Densus 88 di lokasi penggerebekan-Tuahta Aldo-

Penampakan Senjata, amunisi dan barang bukti lain milik pegawai PT KAI yang diamankan Densus 88-fin/islah bahrawi-Twitter