Sedangkan untuk Stargazer, didesain memang lebih kepada kendaraan futuristik. Desain Stargazer lebih mirip Hyundai Staria, utamanya dengan ciri khas lampu DRL yang memanjang dari kiri hingga ke kanan, kemudian lampu belakang juga menyambung dari kiri ke kanan.
BACA JUGA:Ini 8 Tanda Rem Mobil Bermasalah, Buruan Cek Demi Keselamatan Berkendara!
Mungkin pendekatan Hyundai ke Stargazer tidak bisa diterima oleh semua orang, namun dengan tampilan yang futuristik tersebut, bisa dikatakan Hyundai cukup berani dalam menjajal kelas LMPV tersebut.
Kemudian untuk Veloz, kendati model ini jauh berubah dibandingkan model terdahulunya, namun diantara Stargazer dan Xpander, Veloz memang masih terlihat terlalu konvensional.
Lagi-lagi, penilaian untuk tampilan eksterior ini sifatnya subjektif, sangat tergantung dengan selera dari setiap orang.
3. Mesin
Performa mesin menjadi salah satu perhatian bagi calon pemilik LMPV.
Ketiga mobil yang dikomparasikan memiliki mesin yang kapasitasnya sama, yaitu 4 silinder dan 1.500 cc, yang menyalurkan tenaga ke roda depan.
Untuk Veloz, mesinnya menghasilkan tenaga 106 ps dan torsi 137 nm, dengan pilihan transmisi CVT atau manual 5 speed.
BACA JUGA:Fungsi Oli Mesin Sangat Penting! Bukan Hanya Pelumas yang Perlu Diganti Ketika Servis Rutin
Kemudian untuk Hyundai Stargazer, dibekali mesin bertenaga 115 ps dan Torsi 144 nm, dengan pilihan transmisi otomatis CVT, serta transmisi manual 6 speed.
Selanjutnya untuk Mitsubishi Xpander, dibekali mesin dengan tenaga 105 ps dengan Torsi 141 nm, dengan pilihan transmisi otomatis CVT dan manual 5 speed.
Kesimpulannya adalah Hyundai Stargazer memiliki tenaga 10 ps lebih tinggi ketimbang yang lain, dan memiliki Torsi lebih tinggi juga dibanding kedua rivalnya.
4. Ground Clearance
Pertimbangan selanjutnya untuk calon pembeli LMPV yakni ground clearance. Sebab, LMPV biasanya oleh pemiliknya seringkali dibawa ke jalan-jalan yang tidak rata.