Pemerintah Maroko Sediakan 50 Kuota Beasiswa Kuliah, Syarat Pendaftaran Bakal Dipermudah!

fin.co.id - 29/07/2026, 23:56 WIB

Pemerintah Maroko Sediakan 50 Kuota Beasiswa Kuliah, Syarat Pendaftaran Bakal Dipermudah!

Pemerintah Maroko buka 50 kuota beasiswa kuliah untuk mahasiswa Indonesia!

fin.co.id - Kesempatan melanjutkan pendidikan ke luar negeri kembali terbuka bagi generasi muda tanah air. Pemerintah Maroko menyediakan sekitar 50 beasiswa bagi mahasiswa Indonesia dan membuka peluang menambah jumlahnya jika dibutuhkan.

Informasi mengenai kuota serta proses pendaftaran ini mengemuka saat Duta Besar Maroko untuk Indonesia Redouane Houssaini bertemu dengan Menteri Agama Nasaruddin Umar di kantor pusat Kementerian Agama, Jakarta, Rabu, 29 Juli 2026. Pertemuan ini membahas perluasan akses pendidikan bagi mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan studi di Maroko.

Kedua belah pihak terus mematangkan mekanisme pendaftaran agar para calon pendaftar asal Indonesia bisa mengakses kuota tersebut secara lebih mudah. Pihak Kedutaan Maroko berkomitmen menjembatani aspirasi Indonesia ke pemerintah pusatnya demi memperbesar kapasitas penerimaan calon mahasiswa.

“Kami menyediakan sekitar 50 beasiswa bagi mahasiswa Indonesia. Saya kira ada keinginan dari Kementerian Urusan Islam untuk meningkatkan jumlahnya jika memang dibutuhkan. Saya berkomitmen untuk menyampaikan posisi Indonesia terkait masalah ini kepada pihak berwenang dan pemerintah saya, serta akan menindaklanjutinya dengan mereka," ujar Houssaini.

Evaluasi Program Visiting Student dan Kendala Persyaratan

Di balik kabar gembira mengenai ketersediaan 50 kuota beasiswa tersebut, Menag mengungkap catatan evaluasi terkait pengiriman mahasiswa pada periode sebelumnya.

Indonesia sebelumnya telah mengirim 30 mahasiswa ke Maroko melalui program visiting student. Namun, program serupa tidak dapat dilanjutkan tahun ini karena adanya sejumlah persyaratan teknis pendaftaran yang dinilai membendung kelancaran proses.

“Tahun lalu kami mengirim 30 mahasiswa, tiga bulan untuk program magister dan enam bulan untuk program doktoral. Tahun ini kami kembali merencanakannya, tetapi ada banyak persyaratan. Karena itu, tahun ini kami tidak mengirim mahasiswa ke Maroko,” ujar Menag.

Pemerintah Indonesia berharap proses seleksi dan pendaftaran ke perguruan tinggi Maroko mendapat kemudahan pada masa mendatang. Langkah ini krusial agar semakin banyak pelajar Indonesia yang bisa menjangkau ilmu pengetahuan di sana, tidak terbatas pada satu disiplin ilmu saja.

“Insyaallah, ke depan kita dapat mengirim lebih banyak mahasiswa ke Maroko, bukan hanya untuk studi Islam, tetapi juga teknik dan berbagai ilmu lainnya,” katanya.

Pemerintah Maroko Siap Sederhanakan Syarat dan Fasilitasi Bahasa Arab

Merespons kendala terkait kerumitan syarat pendaftaran tersebut, Duta Besar Maroko Redouane Houssaini mengatakan persoalan tersebut telah dikomunikasikan dengan Kementerian Urusan Islam Maroko.

“Saya telah menghubungi Kementerian Urusan Islam untuk memfasilitasi dan menyederhanakan beberapa persyaratan yang dipandang cukup rumit dan sulit oleh Indonesia. Ada respons positif dari Kementerian Urusan Islam,” ujarnya.

Salah satu fokus utama perbaikan proses pendaftaran ini menyasar pada peningkatan kemampuan bahasa Arab calon peserta sebelum berangkat ke negara tujuan. Menurut Houssaini, pihaknya tengah mengkaji kemungkinan mengirim pengajar bahasa Arab dari Maroko ke Indonesia guna membantu persiapan para pendaftar.

“Mahasiswa dapat belajar selama tiga atau enam bulan bahasa Arab di Jakarta sebelum berangkat ke Maroko. Kementerian kami menerima gagasan tersebut dan sedang mengkajinya,” jelas Houssaini.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID