Namun demikian, sembari menunggu proyek groin, pemerintah dan Angkasa Pura melakukan penanganan sementara untuk mencegah abrasi di sekitar wilayah Bandara YIA.
"Kami sudah membangun tembok-tembok di wilayah dan ditanami juga tanaman bakau," ungkapnya.
BACA JUGA:
- Dirut Waskita Jadi Tersangka Korupsi, Kementerian PUPR Pastikan proyek Infrastruktur Tetap Jalan
- Jurus Kementerian PUPR Cegah Bencana Hidrometeorologi, Salah Satunya Penggunaan Material Ramah Lingkungan
Untuk diketahui, proyek pengendali banjir YIA merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) dan dilakukan sebagai salah satu bentuk dukungan kegiatan pariwisata di Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Borobudur.
Tak hanya itu, pengendali banjir dibuat karena bandara YIA terletak di antara dua sungai besar, yaitu Sungai Bogowonto dan Sungai Serang.
Dukungan infrastruktur dilakukan secara terpadu mulai dari perbaikan atau normalisasi badan sungai, peningkatan kapasitas sungai, pembangunan sistem drainase, sodetan, kolam retensi.
Lalu ada pengadaan pompa banjir, hingga bangunan penahan penampung air sepanjang sungai (long storage) serta pekerjaan double jetty di muara Sungai Bogowonto.
Proyek ini juga memberikan manfaat untuk mengamankan dan melindungi kawasan strategis Bandara YIA dari banjir seluas 600 hektar, kawasan pertanian dan permukiman di sejumlah kecamatan dengan total luas 2.000 hektar. (*)