Ini dia beberapa komponen yang harus ada dalam perhitungan NPV:
1. Arus Kas Bersih Tahunan
Salah satu aspek penting yang perlu dimasukkan dalam proses perhitungan net present value yaitu arus kas bersih tahunan.
BACA JUGA:
- Menelisik Rencana IPO Kopi Kenangan, Untuk Apa?
- Telisik Saham Lo Kheng Hong, Apa Saja yang Buat Warren Buffett-nya Indonesia Cuan?
Nah, untuk dapat menghitung arus kas bersih tahunan, kamu harus menambahkan arus kas masuk dari pendapatan ke potensi penghematan tenaga kerja, bahan, dan komponen lain dari biaya investasi awal.
Kemudian, kurangi biaya yang dikeluarkan untuk investasi atau proyek baru, yakni arus kas keluar selama satu periode.
Selain itu, kamu harus menambahkan penghematan pajak atas depresiasi aset proyek ke arus kas masuk yang diharapkan.
Jadi, arus kas masuk memiliki nilai positif. Sementara arus kas keluar harus bernilai negatif.
Apabila arus kas masuk yang diharapkan melebihi arus kas keluar, kamu akan memiliki arus kas bersih.
Agar pencatatannya tidak salah, kamu sebaiknya menggunakan sistem pembukuan otomatis sehingga hasilnya lebih akurat.
BACA JUGA:
- Hasil RUPST! Jasa Marga Sebar Dividen Rp549,38 Miliar
- Tips Investasi Saham untuk Pemula, Simak Ini Biar Gak Salah Langkah!
2. Suku Bunga
Selain itu, komponen lain yang juga penting dalam proses perhitungan NPV ialah suku bunga.