Pecinta Anabul Wajib Tahu! Penyebab Bulu Kucing Rontok, Bisa Karena Penyakit atau Hanya Alergi Makanan

fin.co.id - 22/05/2023, 15:48 WIB

Pecinta Anabul Wajib Tahu! Penyebab Bulu Kucing Rontok, Bisa Karena Penyakit atau Hanya Alergi Makanan

Ilustrasi - Kucing Persia Long Hair

Jika tampak ada area yang botak dan iritasi/kemerahan di kulit kucing, itu tandanya sudah harus diperiksakan ke dokter hewan. Nanti berdasarkan riwayat penyakit dan pemeriksaan fisik, dokter akan menentukan penyebab utama dari kerontokannya. 

Dokter akan memeriksa pola dan luasnya kerontokan, juga tipe rontoknya apakah rambut rontok dari akar atau rambut patah. Kulit juga akan diperiksa, apakah ada tanda-tanda infeksi atau parasit. 

BACA JUGA:

Bila dianggap perlu dokter akan melakukan pemeriksaan lab, seperti pemeriksaan kerokan kulit, rambut, tes darah dan urin.

Gangguan Kesehatan yang Bisa Menyebabkan Kerontokan:

  1. Parasit. Kutu dan tungau bisa menyebabkan gatal sehingga kucing akan menggaruk badannya menyebabkan bulu semakin rontok.
  2. Alergi. Alergi terhadap makanan, lingkungan, produk tertentu, dan bahkan gigitan serangga bisa menyebabkan masalah kulit dan kerontokan bulu.
  3. Infeksi kulit. Infeksi kulit karena bakteri atau jamur sangat berpengaruh terhadap bulu.
  4. Penyakit. Gejala dari penyakit ginjal, liver, thyroid, kelenjar adrenal, dan kanker bisa berupa kerontokan bulu yang parah.
  5. Gangguan perilaku. Stres dan kecemasan bisa memicu perilaku menjilat atau menggigit badan secara berlebihan sehingga menyebabkan kerontokan.

Jika penyebab kerontokan karena gangguan kesehatan/penyakit, maka dokter akan memberikan rencana pengobatan untuk mengatasinya.

Sangat penting bagi pemilik hewan untuk mengikuti anjuran yang diberikan oleh dokter. Begitu masalah kesehatan yang utama ini berhasil diatasi maka kerontokan juga akan kembali normal.

BACA JUGA:

Beberapa Cara yang Bisa Dilakukan Untuk Mengurangi Kerontokan:

  1. Beri makanan kucing yang bergizi atas rekomendasi dokter hewan.
  2. Gunakan obat anti parasit yang direkomendasikan oleh dokter hewan secara rutin.
  3. Pastikan kucing tetap terhidrasi (cukup minum).
  4. Pastikan kucing tidak mengalami stres.
  5. Sempatkan untuk menyisir/menyikat bulu kucing dengan sisir/sikat khusus secara rutin.
  6. Bawa kucing ke salon hewan untuk grooming, terutama bagi kucing bulu panjang yang memang perlu perawatan khusus.

 

Admin
Admin
Penulis

FIN Biro Karawang Bekasi