Terkadang rambut mati ini tidak bisa lepas secara alami, makanya harus dibantu dengan cara disisir atau disikat, sebab bila tidak, akan menyebabkan iritasi kulit.
Dalam setahun biasanya kucing akan mengalami dua kali siklus dimana bulu akan rontok hebat kemudian tumbuh lagi.
Di negara empat musim siklus bulu rontok ini terjadi saat musim semi dan gugur, di musim semi untuk melepaskan bulu musim dingin yang tebal sedangkan di musim gugur untuk menyiapkan bulu agar tumbuh lebat saat musim dingin berikutnya.
BACA JUGA:
- Mahasiswa Sedang Cari Tambahan Uang Jajan? Ini Daftar Pekerjaan yang Cocok Untuk Kalian
- Rekomendasi Warna Cat Kamar Sesuai Kepribadianmu
Siklus bulu rontok ini bisa terganggu pada kucing yang dipelihara murni indoor (di dalam rumah), karena biasanya mereka ada di ruangan ber AC saat musim panas dan ada di ruangan dengan penghangat saat musim dingin, jadi sistem tubuhnya kebingungan sehingga bulu malah akan rontok terus menerus.
Panjang-pendek bulu juga mempengaruhi kerontokan bulu, biasanya kucing bulu panjang seperti, Persia, Maine Coons atau Rag Dolls akan mengalami bulu rontok yang lebih parah dibanding kucing berbulu pendek.
Penyebab Bulu Kucing Rontok yang Harus Diwaspadai
Kualitas makanan. Kucing yang tidak diberi makanan bergizi seimbang bisa mengalami kerontokan hebat. Makanan yang berkualitas dan bergizi tinggi sangat penting untuk menunjang kesehatan kulit dan bulu.
Stres. Stres karena ketakutan atau gelisah bisa juga bikin bulu semakin rontok.
BACA JUGA:
- Tips Mencari Uang di Internet, Banyak Peluang yang Bisa Dimanfaatkan!
- Rekomendasi Tempat Camping di Puncak Bogor untuk Keluarga di Akhir Pekan
Umur. Semakin tua, kucing biasanya semakin jarang self grooming (menjilat badan) jadi bulu yang rontok akan semakin banyak atau bisa juga jadi gimbal.
Bunting/menyusui. Kucing yang sedang bunting dan menyusui akan mengalami kerontokan karena adanya perubahan hormonal.