Namun ada kalanya sebuah perusahaan tidak membagikan dividen, karena uang akan dipakai untuk expansi bisnis atau melunasi utang perusahaan.
BACA JUGA:Terungkap! Dirut BRI Sunarso Borong Saham BBRI Saat Tren Penurunan, Harga Relatif Murah
BACA JUGA:Direksi Bank BRI Ramai-ramai Borong Saham BBRI, Ada Apa?
4. Punya Nilai Kapitalisasi Pasar yang Besar
Saham Blue Chip juga biasanya memiliki nilai kapitalisasi pasar yang cukup besar. Saham Blue Chip juga biasa disebut sebagai saham lapis satu dengan nilai kapitalisasi di atas Rp10 triliun.
Tidak heran jika saham tersebut cukup berperan dalam pergerakkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
5. Pemimpin Lama di Sektornya
Perusahaan yang sahamnya termasuk sebagai saham Blue Chip biasanya merupakan pemimpin atau pemain lama di dalam sektor industrinya. Hal ini membuat fundamental yang dimiliki perusahaan tersebut sangat baik sehingga harga sahamnya pun stabil.
6. Kinerja Perusahaan Baik
Terakhir, saham Blue Chip memiliki kinerja perusahaan yang baik dan cenderung meningkat. Hal ini membuat saham-saham tersebut cocok untuk dijadikan sebagai investasi jangka panjang.
BACA JUGA:Bursa Efek Indonesia Targetkan Peningkatan Investor Tahun 2023
BACA JUGA:Antam Hadirkan Emas Batangan Seri Imlek Shio Kelinci, Hanya Produksi 2.000 Keping
Apa Saja Saham Blue Chip di Indonesia
Blue Chip sendiri sebenarnya hanyalah sebuah istilah. Tidak ada indeks resmi yang merujuk kepada saham-saham Blue Chip.
Biasanya, saham-saham yang masuk ke dalam indeks LQ45 di Indonesia bisa dikatakan sebagai saham Blue Chip dengan kriteria yang sudah disebutkan di atas.