Martir Minoritas
INTERNET masih belum normal di Iran. Tapi kondisi umum sudah pulih. Terutama sejak Senin dua hari lalu.
Presiden Raisi menjanjikan untuk melakukan penyelidikan independen atas kematian Mahsa. Yang salah akan ditindak. Tapi Iran tidak boleh hancur.
Mahsa telah meninggal dunia. Demikian juga 45 atau 70 orang lainnya. Tuntutan demokrasi terus tumbuh –pun di negara seperti Iran. Atau Arab Saudi. Atau Tiongkok. Apalagi Indonesia.
Agama, kerajaan, komunis, dan bentuk apa pun lagi ditantang ideologi baru: kesejahteraan.
Mungkin Mahsa dianggap salah satu musuh negara. Tapi musuh sekali pun harus dijaga keselamatannya. Kadang martir datang dengan tanpa diduga. (*)
Berita Terkait
Catatan Dahlan Iskan
Kebatinan Joao
Catatan Dahlan Iskan
Moral Pusbatara
Catatan Dahlan Iskan