Infrastruktur

Terminal VVIP Baru Bandara Ngurah Rai Bali Bergaya Kolonial Siap Menyambut Tamu KTT G20

fin.co.id - 11/09/2022, 12:57 WIB

Terminal VVIP Baru Bandara Internasional I Gusti Ngurai Rai, Denpasar, Bali

 

DENPASAR,  FIN.CO.ID  -- Terminal VVIP baru Bandara Udara Internasional I Gusti Ngurai Rai di Denpasar Bali telah memasuki tahap finishing, yang merupakan tahap akhir pembangunan. 

Nantinya, terminal VVIP baru akan difungsikan sebagai tempat singgah bagi para Kepala Negara yang akan menghadiri ajang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 atau Presidensi G20 pada 15-16 November 2022 di Bali. 

(BACA JUGA: Bali Sudah Siap Menjadi Tuan Rumah KTT G20 )

(BACA JUGA: Ruas Tol Gilimanuk - Mengwi 96.8 Km Mulai Dibangun, Sistem MLFF Akan Diterapkan )

PPK BPD BPPW Bali Agus Very Sutra mengatakan, pembangunan Terminal VVIP Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai telah mencapai kemajuan 99 persen. Ia memastikan, seluruh pekerjaan tuntas pada akhir September 2022.

"Saat ini hanya tinggal menyelesaikan tahap akhir (finishing) interior," ungkap Agus kepada awak.media, di Denpasar, dikutip Minggu 11 September 2022. 

Pembangunan Terminal VVIP yang berada di atas lahan PT Angkasa Pura I seluas 5.000 meter persegi ini dalam rangka memudahkan akses bagi para Kepala Negara, tamu KTT G20.

Realisasi konstruksinya telah dimulai sejak 14 Maret 2022, dengan anggaran Rp 51 miliar, dilaksanakan oleh kontraktor PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan konsultan supervisi PT Virama Karya.

(BACA JUGA: Cekidot! Daftar 22 Bendungan yang Dijadwalkan Rampung Konstruksinya Pada Periode 2022-2023)

(BACA JUGA:Jurus Kementerian PUPR Atasi Kenaikan Harga Material Konstruksi, Dijamin Gak Bikin Proyek Infrastruktur Molor)

Lingkup pekerjaan dari Terminal VVIP itu terdiri dari pembangunan bangunan VVIP, pos jaga, ground water tank dan ruang pompa, pagar keliling dan gerbang, penataan lanskap, area drop off dan drop on, serta relokasi instalasi Mekanikal Elektrikal Plumbing (MEP).

Agus menjelaskan, khusus bangunan VVIP dirancang lebih luas ketimbang bangunan eksisting yakni 1.400 meter persegi. 

Desainnya sendiri merupakan usulan dari Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dengan konsep memadukan langgam arsitektural kolonial dan vernakular Bali.

"Konsep desainnya berasal dari Kementerian Perhubungan, kami sebagai pelaksananya mengikuti konsep desain tersebut," ungkap Agus.

Admin
Penulis
-->