Nasional . 28/04/2022, 14:59 WIB
Saran sih bisa aja diteruskan. Tapi kalo belajar ekonominya pinter, orang ngerti kok kalau growth tinggi itu punya impact penciptaan ketimpangan. Rindu pada SBY itu dimensinya banyak. Karena banyak banget yg jadi berantakan pada rezim ini. Gitu. https://t.co/nsRz1lTnhU
— Maju jalan, AW! (@awemany) April 27, 2022
Selama 10 tahun growth era pak SBY itu gak sampe 6% lho kalau di reratakan. Selisih hanya kurang dari 1% dengan era sekarang (sebagai pembanding karena ketimpangan menurun sejak 2015). Growth segitu sih rendah banget untuk ketimpangan yang meroket. ????https://t.co/yDIubWWncm
— Dedek Prayudi - Uki || (ig: @uki_dedek) (@Uki23) April 27, 2022
Ngga usah nyunat demi framing ngga penting. Ambil aja assessment yg fair. Bedanya memang 1%. Untuk sesuatu yg basenya adalah 5% atau 6%, itu artinya beda PERFORMANCE sekitar 17%-20%. Jauh. https://t.co/KiGMuf2D84
— Maju jalan, AW! (@awemany) April 27, 2022
Monggo, reratakan aja sendiri. Peratiin deh, bahkan growth ≥6 itu cuma 5 dari 10 tahun. Bahkan saat growth nya turun ketimpangan juga naik. Jangan kambing hitamkan growth yang sebetulnya juga biasa aja untuk meroketnya ketimpangan.https://t.co/LWw2shGqQI pic.twitter.com/g7UOaqi5xM
— Dedek Prayudi - Uki || (ig: @uki_dedek) (@Uki23) April 27, 2022
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id