Internasional

Israel Serbu Masjid Al-Aqsa Palestina, HNW: Malah Makin Brutal dan Barbar

fin.co.id - 19/04/2022, 20:26 WIB

Masjidil Aqsa (kubah abu-abu) dan Dome of The Rock (kubah emas) dalam satu kompleks.

JAKARTA, FIN.CO.ID - Penyerbuan kembali ke Masjid Al-Aqsha di Palestina oleh pasukan Israel jadi sorotan seluruh pihak.

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) mengecam aksi pasukan Israel tersebut.

(BACA JUGA: Rusia Gempur Ukraina Sepanjang Malam, Ratusan Target di Berbagai Lokasi, 16 Fasilitas Militer Rusak ) 

Tindakan Israel mendiskriminasikan dan menyerang warga Palestina di Masjid Al-Aqsha, mengkonfirmasi kesimpulan aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) internasional. 

"Telah terjadi sistem apartheid terhadap warga Palestina oleh Israel," kata HNW, Selasa, 19 April 2022.

HNW menegaskan, kejahatan Israel telah mengkonfirmasi pelanggaran resolusi PBB oleh Israel. 

Diamnya negara-negara Barat, seakan menjadi legitimasi atas kejahatan, teror negara dan radikalisme anti-kemanusiaan yang didemonstrasikan secara terbuka serta berulang oleh Israel.

(BACA JUGA: Rangkuman Invasi Rusia ke Ukraina, Serangan Roket Empat hari Hingga Gempur Ratusan Target Militer)

Dia mengutuk berulangnya kejahatan Israel terhadap Masjid Al-Aqsha, yang diakui UNESCO sebagai situs suci Umat Islam. 

Hidayat juga menyerukan masyarakat internasional khususnya dunia barat, yang memberi sanksi pada Rusia karena serangannya terhadap Ukraina, agar tak berlakukan standar ganda.

Dia meminta untuk segera bekerja sama mengakhiri kejahatan kemanusiaan apartheid yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina. 

Akibat penyerbuan itu, melukai dan menahan ratusan jamaah Palestina yang shalat di Masjid Al-Aqsha. 

(BACA JUGA: Tentara Ukraina Terkurung Dalam Pabrik, Rusia: Yang Meletakkan Senjatanya akan Selamat)

Bahkan, Israel telah melakukan tindakan melampaui batas kemanusiaan dengan mencederai warga Palestina termasuk anak-anak, perempuan, orang tua bahkan kaum difabel.

“Laporan yang disampaikan oleh berbagai organisasi HAM Internasional, seharusnya menjadi pegangan dalam melihat persoalan Palestina-Israel secara utuh," katanya menegaskan.

Admin
Penulis