Internasional

Ratusan Jasad Tergeletak di Bucha Dianggap Provokasi Kejahatan, Rusia dan Ukraina Saling Tuduh

fin.co.id - 04/04/2022, 22:03 WIB

Ratusan Jasad Tergeletak di Bucha Dianggap Provokasi Kejahatan, Rusia dan Ukraina Saling Tuduh

Kondisi Kota Bucha, Ukraina. (antara)

JAKARTA, FIN.CO.ID - Gambar ratusan jasad tergeletak di Kota Bucha, di luar Ibu Kota Kiev dianggap menjadi provokasi kejahatan. 

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan, akan mengulangi permintaannya kepada Dewan Keamanan PBB untuk bertemu. 

(BACA JUGA: Cium Rencana Busuk Amerika, Rusia: Rekaman Mayat Warga Sipil di Bucha Pesanan Amerika)

Hal ini, untuk membahas mengenai apa yang Moskow sebut sebagai "provokasi kejahatan oleh tentara dan kaum radikal Ukraina" di Kota Bucha dekat Kiev, Ukraina.

Misi Inggris untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) selaku presiden dewan beranggotakan 15 negara untuk April, mengatakan DK PBB akan mengadakan pembahasan terjadwal tentang Ukraina pada Selasa (5/4) dan tidak bertemu pada Senin seperti yang diminta Rusia.

"Hari ini Rusia akan mendesak lagi agar Dewan Keamanan PBB mengelar sidang sehubungan dengan provokasi kejahatan tentara dan kaum radikal Ukraina di kota ini," kata juru bicara kemlu Maria Zakharova di Telegram.

Otoritas Ukraina pada Minggu (3/4) mengaku sedang menyelidiki kemungkinan kejahatan perang yang dilakukan oleh Rusia.

(BACA JUGA: Menkes: Masyarakat Harus Bersiap Transisi dari Pandemi ke Endemi, Imunitas Masyarakat Indonesia Cukup Tinggi)

Hal ini setelah menemukan ratusan jasad tergeletak di sekitar kota di luar Ibu Kota Kiev menyusul penarikan pasukan Rusia dari daerah tersebut.

Kementerian pertahanan Rusia menyebutkan gambar-gambar yang dirilis oleh Ukraina adalah "potret lain dari rezim Kiev".

Kepala investigasi Rusia pada Senin memerintahkan penyelidikan atas dasar bahwa Ukraina sudah menyebarkan "informasi sesat secara sengaja" tentang pasukan bersenjata Rusia di Bucha.

Rusia menerjunkan ratusan ribu tentara ke Ukraina pada 24 Februari. 

(BACA JUGA: Utang Indonesia Tembus Rp7.014 Triliun, Politikus Demokrat Bilang Begini)

Moskow menyebut aksinya di Ukraina sebagai operasi khusus untuk melemahkan kemampuan militer negara tetangganya itu sekaligus membasmi orang-orang yang dianggapnya sebagai nasionalis berbahaya.

Pasukan Ukraina melakukan perlawanan keras, sementara negara-negara Barat menjatuhkan sanksi besar-besaran terhadap Rusia dengan tujuan supaya Moskow menarik pasukannya dari Ukraina. 

Admin
Penulis
-->