26, October, 2021

Prof Henry Subiakto Bilang Apk PeduliLindungi Sudah Didownload Sebanyak 70 Juta, Faktanya Baru 10 Juta

JAKARTA- Staf ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), profesor Henry Subiakto kembali jadi bulan-bulanan di media sosial Twitter.

Pasalnya, guru besar Universitas Airlangga (Unair) ini mengklaim bahwa saat ini aplikasi PeduliLindungi telah didownload sebanyak 70 juta orang. Hal ini melewati aplikasi lainnya yang lebih dulu keberadaannya.

“Alhamdulillah aplikasi Peduli Lindungi sudah didownload/dipakai lebih dari 70 juta pengguna. Aplikasi ini juga bisa diakses lewat aplikasi-aplikasu terkenal, seperti Gojek, Tokopidea, Shopee dll. APP menjadi aplikasi yang dalam waktu setahun melejit melampaui pengguna aplikasi unicorn yang sudah lebih lama,” tulis prof Henry Subiakto di Twitter-nya, dikutip Kamis (14/10/2021).

Namun cuitan itu direspon negatif oleh netizen. Sebab faktanya yang dilihat di Play Store, aplikasi PeduliLindungi hanya baru didownload sebanyak 10 juta, bukan 70 juta yang diklaim oleh Henry Subiakto.

Setelah diprotes dan dianggap sebar informasi tidak benar atau hoaks, prof Henry mengatakan bahwa melalui pernyataan dari pemerintah, bahwa aplikasi itu telah dipakai oleh 70 juta pengguna.

“Ada yang bilang peduli lindungi dipakai 70 juta orang itu hoax. Dasar tidak bisa melihat kemajuan dan kebaikan. Baca dong ini pernyataan resmi Sekretariat Kabinet. APP sudah digunakan 73 juta lebih termasuk lewat Aplikasi Gojek, Tokopidea dll,” katanya.

Netizen pun ramai-ramai membully-nya.

“Profesor bloon. Didownloan baru 10 juta. Sementara penggunanya 70 juta. Sebab satu pengguna bisa bolak balik pakai aplikasi tersebut. sehingga pengguna lebih banyak dari yang download. Ente harus cerdas ya membedakan pengguna dan yang download. Paham ga?” tulis salah satu netizen.

“Bisa bedakan dipakai 70 juta orang dengan 73 juta penggunaan ngga? 1 orang bisa beberapa kali menggunakan apknya. Bapak benar staff ahli? Anak tetangga saya yg remaja aja tau bedanya” timpal netizen lainnya

“Jadi penasaran buka link yg dikasih… Ternyata sang Emprof gak bisa bedain arti kata penggunaan dan pengguna. Penggunaan itu artinya sudah dipakai brp kali. Kalau 1 orang pengguna mengunakan rata² 8 x dg jumlah donloder 10 jt plus penggunaan nya bisa 80 jt x,” kata netizen.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, saat ini, QR Code PeduliLindungi sedang dalam proses integrasi dan uji coba implementasi dengan lebih dari 50 aplikasi.

Kelima puluh aplikasi mitra tersebut yaitu Gojek, Grab, Tokopedia, Traveloka, Tiket.com, Dana, Living Mandiri, Cinema XXI, Link Aja, Goers, Jaki, Shopee, BNI Mobile, Loket.com, Mcash, dan 35 aplikasi mitra lainnya yang saat ini sedang dilakukan uji coba menggunakan PeduliLindungi.

Dia mengatakan bahwa Integrasi ini dilakukan dalam rangka memperluas cakupan penggunaan QR Code PeduliLindungi. Sejak awal Juli hingga sekarang sudah lebih dari 73 juta penggunaan.

Lebih lanjut Menkes menyampaikan, aplikasi PeduliLindungi digunakan untuk tiga fungsi utama dalam penanganan pandemi COVID-19, yakni fungsi penapisan atau screening, pelacakan atau tracing, serta kontrol penerapan protokol kesehatan. (dal/fin)

Rekomendasi Berita Terbaru

Populer