News . 24/09/2021, 18:47 WIB
JAKARTA - Upaya penyelundupan baby lobster senilai Rp33,6 miliar berhasil digagalkan. Baby lobster tersebut dikumpulkan di Sukabumi, Jawa Barat dengan tujuan Singapura.
Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) Badan Pemelihara Keamanan Kepolisian Republik Indonesia (Baharkam Polri) menyita 122.100 baby lobster (benur) di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara. Benur tersebut akan diselundupkan ke Singapura melalui jalur laut. Empat orang yang membawa benur tersbeut ikut diamanakan.
"Empat tersangka penyelundup benur tersebut adalah IS, MH, BPS, dan LS," katanya di Mako Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri, Jumat (24/9).
Dijelaskan Yassin pengungkapan bermula dari informasi masyarakat yang menyebut akan ada pengiriman benur melalui Pelabuhan Muara Baru ke Singapura pada Minggu (12/9). Polri pun bergerak dengan melakukan penyelidikan.
Info masyarakat valid. Dan pihaknya berhasil mengamankan seorang tersangka.
"Sekira pukul 13.30 WIB Tim Gabungan menangkap seorang pelaku berinisial IS yang mengendari mobil yang membawa 4 koper warna yang dibungkus Karung diduga Benih Bening Lobster," ungkapnya.
Koper-koper tersebut berisi 122.100 ekor baby lobster.
Setelah membekuk IS, Tim Gabungan Subdit Gakkum dan Subdit Intelair melakukan pengembangan. Hasilnya, tersangka MH diamankan.
"MH merupakan Nakhoda Speed Boat yang akan membawa Benih Lobster dari Pelabuhan Muara Baru menuju Batam. Setelah sampai di Batam benih lobster selanjutnya di kirim ke Singapura melalui jalur laut," katanya.
MH dan dan barang bukti diamankan ke Mako Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri guna proses lebih lanjut.
Polri memeriksa keduanya dengan intensif. Ternyata benur yang hendak diselundupkan ke Singapura tersebut milik BPS. Kemudian Tim Gabungan melacak keberadaan BPS, dan berhasil diamankan pada Senin (13/9) di Sentul, Jawa Barat.
"Berdasarkan fakta pemeriksaan MH, BPS, diketahui adanya keterlibatan pelaku lain yakni LS yang mengatur atau mengkondisikan kegiatan pengiriman benih lobster di Pelabuhan Muara Baru," katanya.
Diungkapannya, benur tersebut dipesan melalui seorang perantara sebagai pengepul dari nelayan di kawasan Pantai Selatan Garut, Pelabuhan Ratu, Pacitan, Jember, dan Banyuwangi.
Benur dikumpulkan di wilayah Sukabumi dan kemudian dibawa ke Jakarta. Selanjutnya dikirim ke Singapura menggunakan speed boat melalui Banten, Jambi dan Batam.
"Harganya setelah diseberangkan ke Singapura dari Rp10 ribu-Rp20 ribu ke pengepul itu menjadi Rp200 ribu, harganya fantastis kenaikannya, ada potensi kerugian, negara sangat dirugikan," ujarnya.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id