28, October, 2021

Sindikat Golden Crescent – Golden Triangle Pasok Sabu ke Indonesia

JAKARTA – Sindikat peredaran narkotika internasional jaringan Golden Crescent, Golden Triangle dan Malaysia bermain di Indonesia. Tiga jaringan ini memasok sabu ke Indonesia.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Petrus Reinhard Golose mengatakan pihaknya mengungkap peredaran sabu dari tiga jaringan sindikat internasional. Sebanyak 581,31 kilogram sabu berhasil diamankan dari ketiga jaringan itu.

BACA JUGA: Viral Status Anak Jadi Pembantu di KK, Dirjen Dukcapil: Masih Pakai KK Lama

“Dalam kurun waktu 20-27 April 2021, BNN berhasil mengungkap tiga jaringan sindikat narkotika internasional, baik yang berasal dari Golden Crescent, dibuktikan dari beberapa alat bukti yang berasal dari Pakistan, kemudian jaringan Malaysia, dan jaringan Golden Triangle dari Myanmar,” ungkapnya saat jumpa pers di Kantor BNN, Rabu (5/5).

Dijelaskannya, 581,31 kg sabu itu disita dari tiga lokasi berbeda. Pertama di Aceh Besar pada 21 April 2021, lalu di Aceh Timur pada 20 April; dan perairan dekat Pulau Burung, Kepulauan Riau, pada 27 April 2021. Selain menyita lebih dari setengah ton barang haram itu, BNN juga mengamankan tujuh tersangka. Satu tersangka di antaranya adalah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, Usman Sulaiman.

BACA JUGA: ‘Disemprot’ Gus Umar Soal Pahala Laylatul Qadr, Yusuf Mansur: Makasih Gus, Siap Salah!

“Dari hasil penggeledahan di dalam kendaraan (Usman), petugas menemukan sabu seberat 26,66 kilogram yang disembunyikan di bawah wiper, bemper depan, dan jok belakang,” terang Petrus.

Usman diyakini terlibat dalam peredaran sabu sindikat Malaysia – Aceh – Medan (Sumatera Utara) sampai Jambi.

“Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi tentang peredaran narkoba di wilayah Bireuen, yang dilanjutkan dengan penyelidikan dan pembuntutan terhadap kendaraan para pelaku,” ujarnya.

BACA JUGA: Polda Metro Jaya Melakukan Gelar Pasukan Operasi Ketupat Jaya

Sebelum sampai ke tangan Usman, paket sabu itu, yang dibungkus dengan plastik berwarna hitam, dibawa dari Malaysia. Sabu masuk Indonesia menggunakan jalur laut dengan perahu kayu. Dari kapal kayu itu, paket sabu dibawa sampai ke parkiran masjid di daerah Idi Rayeuk, Aceh Timur.

Di lokasi tersebut, petugas menangkap MH. Setelah itu, Usman ditangkap di parkiran masjid di daerah Gampong Beusa Meuranoe, Aceh Timur.

Di samping MH dan Usman, petugas juga menangkap RU.

BACA JUGA: Pegawai KPK Tidak Lolos Test, Emrus : Bentuk Saja Wadah Mantan Pegawai KPK

Sementara itu, pengungkapan jaringan sindikat narkoba asal Golden Crescent (Bulan Sabit Emas) berawal dari temuan sebuah rumah yang dijadikan gudang penyimpanan narkoba di daerah Darussalam, Aceh Besar.

“Di TKP, petugas menyita 420 boks plastik yang berisi sabu sebesar 536,84 kilogram dari tersangka berinisial BU. Dari hasil penyelidikan, sabu ini berasal dari Pakistan yang dibawa ke Aceh melalui jalur laut,” katanya.

Di jalur laut, paket sabu itu diselundupkan oleh anak buah kapal (ABK) kapal pencari ikan tuna.

Selanjutnya, petugas melakukan pengembangan dan mengamankan HY di Jalan Lintas Meulaboh-Banda Aceh. Petugas juga menangkap MUR di Aceh Besar dan dua warga binaan lembaga permasyarakatan, yaitu AM dan MT.

“Tim penyidik saat ini sedang mendalami dugaan keterlibatan warga asing berinisial AZ,” kata dia menambahkan dalam siaran tertulisnya.

Terakhir, BNN bersama Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan RI mengungkap penyelundupan sabu seberat 17,81 kilogram di perairan sekitar Pulau Burung pada 27 April 2021.

“Tim gabungan melakukan patroli di sekitar Pulau Burung dan memberhentikan sebuah kapal kayu KM Tohor Jaya yang mencurigakan. Kapal kemudian dibawa ke Kanwil DJBC Khusus Kepri dan dari hasil penggeledahan petugas mengamankan dua tabung gas berisi 17 bungkus teh China berisi sabu dan menahan seorang tersangka berinisial SU,” terangnya.

Sabu itu diyakini berasal dari Golden Triangle (Segitiga Emas). Golden Triangle merupakan penghasil opium dan sabu-sabu terbesar di Asia Tenggara yang digerakkan oleh sejumlah gembong narkotika bersama kelompok bersenjata di daerah-daerah pedalaman dan pegunungan di perbatasan Myanmar, Thailand, dan Laos.(gw/fin)

Rekomendasi Berita Terbaru

Populer