Geledah 3 Kediaman Pribadi Azis Syamsuddin, KPK Sita Barbuk Kasus Suap Penyidik

HomeHukum dan KriminalGeledah 3 Kediaman Pribadi Azis Syamsuddin, KPK Sita Barbuk Kasus Suap Penyidik

JAKARTA – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kediaman pribadi Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin (AZ) di tiga lokasi berbeda di Jakarta Selatan pada Senin (3/5).

BACA JUGA: Begini Sulitnya Evakuasi KRI Nanggala-402

Dalam penggeledahan itu, penyidik berhasil menemukan sekaligus mengamankan barang yang diduga berkaitan dengan perkara dugaan suap Wali Kota nonaktif M Syahrial terhadap Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju terkait penanganan perkara.

“Senin (3/5) tim penyidik telah selesai melaksanakan penggeledahan rumah kediaman pribadi milik milik AZ di tiga lokasi berbeda di wilayah Jakarta Selatan,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (4/5).

BACA JUGA: Asnawi Mangkualam Jadi Pemain Terbaik di K-League Bulan April

Barang yang diamankan, kata Ali, kemudian akan divalidasi dan diverifikasi guna dilakukan penyitaan.

“Selanjutnya bukti ini akan segera dilakukan validasi serta verifikasi untuk segera diajukan penyitaan sebagai bagian dalam berkas perkara dimaksud,” kata Ali.

BACA JUGA: Novel Baswedan Disebut tak Lolos Seleksi ASN di KPK, Ferdinand: Dia Pro Radikalisme

Pada perkara yang sama, tim penyidik KPK juga telah melakukan penggeledahan di empat lokasi pada Rabu (28/4). Keempat lokasi tersebut antara lain ruang kerja dan rumah dinas Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. Sedangkan dua lokasi lainnya adalah apartemen dari pihak-pihak yang terkait dengan perkara ini.

BACA JUGA: Kejanggalan Pertanyaan Tes ASN Pegawai KPK: Soal FPI, Hingga Opini Program Pemerintah

Dalam penggeledahan itu pula, KPK mengamankan sejumlah barang bukti terkait kasus suap penanganan perkara.

KPK juga telah mencegah Azis Syamsuddin serta dua pihak unsur swasta Agus Susanto dan Aliza Gunado untuk bepergian ke luar negeri selama enam bulan ke depan.

Seperti diberitakan, KPK menetapkan seorang penyidiknya, Stepanus Robin Pattuju, sebagai tersangka kasus dugaan suap oleh penyelenggara negara terkait penanganan perkara Wali Kota Tanjungbalai tahun 2020-2021.

BACA JUGA: 23 Juta Pekerjaan Hilang Pada 2030, Bagaimana Strategi Pemerintah?

Dalam perkara ini, KPK juga menetapkan Wali Kota nonaktif Tanjungbalai M Syahrial dan pengacara Markus Husain sebagai tersangka.

Stepanus diduga menerima suap senilai total Rp1,3 miliar dari yang dijanjikan Rp1,5 miliar dari Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial.

BACA JUGA: Puluhan Pegawai KPK Dikabarkan Tak Lulus Tes ASN, ICW: Sudah Dirancang Sejak Awal

Suap diduga diberikan agar Stepanus dapat membantu supaya penyelidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjungbalai yang sedang dilakukan KPK tidak dinaikkan ke tahap penyidikan.

Adapun Azis Syamsuddin diduga memfasilitasi pertemuan dan perkenalan antara Stepanus dan Syahrial di rumah dinasnya pada Oktober 2020 lalu. (riz/fin)

Baca Juga

Berita Terbaru