Puluhan Warung Penjual Obat Keras di Tangerang Diduga Dibacking Oknum Aparat

Puluhan Warung Penjual Obat Keras di Tangerang Diduga Dibacking Oknum Aparat

Penampakan warung penjual obat keras-FIN.CO.ID/ Riki Ferdian-

TANGERANG, FIN.CO.ID -- Terdapat puluhan warung penjual obat keras Tramadol dan Excimer berkedok toko kosmetik di wilayah Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.

Hal itu diungkapkan oleh seorang warga Tigaraksa yang juga anggota salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), WD (35) kepada FIN.CO.ID, Kamis 26 Mei 2022.

Dia mengungkapkan, hampir di seluruh kecamatan di wilayah Kabupaten Tangerang terdapat kios-kios yang menjual obat Tramadol dan Excimer.

(BACA JUGA:Pengakuan Penjual Obat Keras di Tangerang, Berkedok Jual Kosmetik, Bos Berada di Aceh Setoran Tiap Bulan )

"Dari penelusuran kami hampir di setiap wilayah (kecamatan) ada, pokoknya hampir di setiap wilayah ada tokonya," terangnya dikutip FIN.CO.ID, Kamis Sore 26 Mei 2022.

Dikatakan WD, puluhan toko penjual obat keras itu diduga dibacking oleh dua oknum aparat hukum yang masih aktif bertugas di Jakarta berinisial Y dan A.

Bahkan, ada sekitar 60 toko atau biasa disebut 'apotik' yang masalah operasionalnya diurus oleh pria berinisial Y tersebut.

(BACA JUGA: Toko Obat Digerebek Loka POM Tangerang, Jual Obat Keras Tanpa Izin Mengandung Tramadol dan Trihexyphenidil )

Sedangkan A, menurut dia, baru sekitar 4 bulan ini aktif kembali dalam bisnis obat-obatan ilegal di wilayah Tangerang setelah sebelumnya sempat vakum.

"Y itu ada 60 titik (apotik) dia pegang, kalau A belum saya telusuri lagi tapi dia sudah 4 bulan ini main lagi," ucapnya

Maraknya peredaran obat-obatan keras tanpa izin edar ini pun sudah sangat meresahkan masyarakat. Terlebih, para pembeli Tramadol dan Excimer itu adalah para remaja.

(BACA JUGA:Pemilik 56 Ribu Butir Obat Keras Ditangkap)

WD juga mengatakan, peredaran obat-obatan ilegal itu paling marak terjadi di wilayah Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Kata dia, di wilayah tersebut terdapat lebih dari 10 toko penjual obat Tramadol dan Excimer.

"Paling ramai di Tigaraksa itu ada di Pete, Seglog, Pasir Nangka, Bugel, Pinang. Intinya sih masyarakat meminta bisa ditindak tegas dan jangan dibiarkan kasian generasi muda bisa rusak," pungkasnya. 

Sumber: