Perkenalkan, Ini Alat Tes COVID Baru, Cukup Ditiup Hasil Keluar Kurang dari 3 Menit

Perkenalkan, Ini Alat Tes COVID Baru, Cukup Ditiup Hasil Keluar Kurang dari 3 Menit

INspectIR Breathalyzer, Image InspectIR Systems/Youtube--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Badan POM Amerika Serikat (FDA) telah memberikan ijin InspectIR Breathalyzer, sebagai pengganti penggunaan sampel swab, untuk mendeteksi COVID-19.

Jadi tanpa melibatkan hidung yang disusupi benda asing, InspectIR Breathalyzer mampu mengenali keberadaan COVID lewat napas yang dibuang orang.

Alatnya sebesar koper kecil, dan dibutuhkan seorang operator dalam penggunaannya.

(BACA JUGA:Wanita Ini Cetak Rekor COVID, Setelah Pulih dari Delta, 10 Hari Kemudian Kena Omicron)

(BACA JUGA:Efek Samping COVID setelah Sembuh, Mulai dari Masalah Jantung, Paru-paru hingga Stroke)

Lewat InspectIR Breathalyzer, napas seseorang bisa dianalisa, apakah membawa partikel seperti halnya yang ditunjukan mereka yang positif atau tidak.

Hasil yang dikeluarkan oleh InspectIR Breathalyzer diklaim jauh lebih cepat dari PCR atau rapid test sekali pun.

Penggunaannya sendiri akan jadi lebih efisien, untuk digunakan pada tempat publik seperti perkantoran, restoran dan bandara misalnya.

Cara Kerja InspectIR Breathalyzer

Alat ini menurut Cnet, memiliki fitur bernama gas chromatography-mass spectrometry (GC-MS).

Teknologi ini mampu memisahkan dan mengenali campuran kimia, dan secara cepat mendeteksi lima zat organik yang dikeluarkan orang saat membuang napas.



Seberapa Cepat Hasil InspectIR Breathalyzer Keluar?

Menurut klaimnya, alat ini mampu mengeluarkan hasil tes hanya kurang dari tiga menit per orang.

Itu artinya, InspectIR Breathalyzer mampu bekerja lima kali lebih cepat, dari hasil yang dibutuhkan lewat swab antigen test.

Yang menjadi kelebihan lainnya adalah, alat ini dapat digunakan setiap hari, tanpa harus melewati proses yang kurang menyenangkan, seperti yang ditunjukan oleh PCR dan antigen.

Tingkat Akurasi InspectIR Breathalyzer

Menurut FDA, InspectIR Breathalyzer memiliki tingkat akurasi 91,2 persen (positif) dan 99,3 persen untuk kasus negatif, dengan potensi kesalahan sebesar 4,2 persen.

(BACA JUGA:Satgas COVID-19 IDI: Tetap Pakai Masker Meski Pandemi Mau Beralih ke Endemi)

(BACA JUGA:Pesan Plt Wali Kota Bekasi: Habis Mudik Lebaran Jangan Lupa Tes Covid Ya!)

Sumber: