Makan Nasi Goreng Pake Kerupuk Memang Enak, tapi Sudah Tau Risikonya ke Jantung Belum?

Makan Nasi Goreng Pake Kerupuk Memang Enak, tapi Sudah Tau Risikonya ke Jantung Belum?

Nasi Goreng Pake Kerupuk, Image oleh Adelia Rosalinda dari Pixabay--

JAKARTA, FIN.CO,ID - Nasi goreng adalah salah satu menu populer di kalangan masyarakat Indonesia.

Namun ketika bicara healthy life style, nasi goreng menurut pakar gaya hidup sehat ala Islam, dr. Zaidul Akbar, tidaklah dianjurkan untuk dikonsumsi.

Mengapa demikian, alasannya menurut penggagas Jurus Sehat Rasulullah (JSR) itu sangatlah jelas.

(BACA JUGA:Apa Boleh Makan Telur jika Punya Kolesterol Tinggi?)

"Bicara nasi goreng, nasinya sendiri masalah gak? Masalah, karena tinggi gula kan," kata dr. Zaidul Akbar seperti dikutip FIN dari channel YouTube Bisikan.com.

"Digoreng lagi gak? Pake apa, pake minyak. Minyak sawit kalau ketemu panas jadi lemak trans," lanjut dokter umum itu.

Risikonya ke Jantung

Ketika lemak trans dilahap, kata dr. Zaidul Akbar, hal ini dapat menyebabkan penumpukan lemak pada jantung dalam bentuk plak.

Tidak berhenti di situ, kebiasaan orang makan nasi goreng pakai kerupuk, juga menambah alasan mengapa nasi goreng itu tidaklah menyehatkan.

"Kerupuk bahannya dari tepung, gak ada gizinya. Dibuat dengan cara digoreng (pake minyak lagi). Itu yang numpuk jadi lemak di badan," ungkapnya.

Makanan Penyebab Masalah Pembuluh Darah

Konsumsi harian orang Indonesia akan tepung terigu, gula pasir, nasi putih yang berlebihan dikaitkan dr. Zaidul Akbar masalah pada pembuluh darah, dalam hal ini penyempitan pada saluran yang berfungsi mengalirkan darah tersebut.

Penyebab pembuluh darah menyempit menurut dokter 44 tahun itu, adalah kebiasaan orang hidup sedentari, atau kurang gerak.

"Tubuh (yang) tak (di)gunakan berubah jadi lemak , semakin menambah penyempitan pembuluh darah tadi, apalagi ditambah lemak tak sehat (trans)," lanjutnya.

Jika terus berlangsung, lanjutnya lagi, maka jangan heran jika suatu hari tubuh Anda mengalami masalah dengan pembuluh darah di kemudian hari.

Ingin terhindar dari kondisi ini, yang perlu pertama kali dilakukan menurut dr. Zaidul Akbar, adalah dengan mengurangi atau bahkan menghentikan sama sekali asupan makan yang menjadi pemicunya.

"Mengurangi atau menghentikan (penyebabnya) sebenarnya jauh lebih murah daripada mengobati saat sudah terkena masalah gegara itu," ungkap sang dokter.

Jadi intinya menurut dr. Zaidul Akbar, memilih makanan yang sehat untuk tubuh, adalah kuncinya. Jadi ketimbang pantangan makan ini itu, memilih menu sehat adalah keputusan bijak yang bisa Anda pilih sebagai solusi.

Sumber: