Paska Kasus Pelecehan, Sekretariat BEM Unsoed Ditulisi “Markas Penjahat Kelamin”

Paska Kasus Pelecehan, Sekretariat BEM Unsoed Ditulisi “Markas Penjahat Kelamin”

BANYUMAS - Aksi vandalisme menyasar ke Sekretariat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan sekretariat Dewan Legislatif Mahasiswa (DLM). Peristiwa ini terjadi paska adanya kasus pelecehan seksual di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsoed dan viral di media sosial. Aksi vandalisme terjadi yang mengejutkan mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) ini terjadi pada Rabu, 29 Desember 2021. Vandalisme terlihat. Pada bagian dalam sekretariat terlihat sudah porak poranda serta adanya pemasangan sepanduk dan berbagai coretan tulisan berwarna merah seperti "MOSI TIDAK PERCAYA", "Markas Penjahat Kelamin", Bajingan Oligarki KAMMI". Presiden BEM Unsoed 2021, Fakhrul Firdausi mengatakan, kabar terjadinya vandalisme didapatnya sekira pukul 08.00 WIB tadi pagi. “Kita juga baru melihat kondisi dan saya baru dikabari teman-teman BEM pagi ini, kondisinya sudah seperti itu. Ada berbagai macam coretan, di dalam sekre juga berantakan di acak-acak meski kondisi pintu dalam keadaan terkunci,” katanya dilansir radarbanyumas.co.id. Fakhrul menduga hal tersebut dilakukan pada dini hari. Pasalnya dari pagi hingga malam hari, Selasa (28/12), ia bersama dengan rekan-rekannya masih berada di dalam sekretariat. Meski demikian, Ia tidak mengetahui secara persis siapa yang melakukan perbuatan tersebut, lantaran tidak adanya saksi mata ataupun CCTV di lokasi tersebut. “Mungkin ini imbas dari situasi politik yang ada di Unsoed, ketika Pemilu Raya (Pemira) sampai ke musyawarah mahasiswa. Jadi ada pihak yang berupaya memaksa kehendaknya, ketika tidak terakomodir,” katanya. Ia juga mengatakan, pengurus-pengurus DLM (Dewan Legislatif Mahasiswa) beberapa kali mendapatkan teror, intimidasi, hingga penghadangan. Terkait peristiwa ini ia akan berdiskusi terlebih dahulu dengan rekan-rekannya yang lain. “Kami masih diskusi internal, setelah itu baru kami tentukan langkah selanjutnya seperti apa,” pungkasnya. Diketahi beberapa waktu lalu, kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsoed viral di media sosial. Diduga kasus tersebut dilakukan salah satu pengurus BEM terhadap pengurus BEM lainnya. Viral kasus viral setelah adanya cuitan akun Twitter @Unsoedfess1963 pada Rabu (8/12). Dalam cuitannya, akun tersebut mempertanyakan pengurus BEM terduga pelaku yang telah diberhentikan. “Jends Bem unsoed kemana ya? Padahal aku denger ada anak bem u kena sp3 karena pelecehan seksual? Kira2 ini didampingi gak sama menteri advokasinya ke ULPK Unsoed (Unit layanan dan pengaduan kekerasan),” tulis @Unsoedfess1963. Sontak cuitan inipun mendapat berbagai tanggapan dari para warganet. Para warganet meminta agar identitas terduga pelaku pelecehan seksual tersebut diungkap. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unsoed, Kuat Puji Prayitno, mengatakan, pihaknya tengah mengusut kasus ini. “Saat ini kami sedang menindaklanjuti kasus ini dengan melakukan pendampingan bagi korban dan memastikan kondisi korban pulih secara psikologis, serta kami juga sedang menyelidiki lebih lanjut kejadiannya,” katanya dalam keterangan tertulisnya dilansir Radarbanyumas.co.id, Minggu, 12 Desember 2021. BEM Unsoed pun sudah mengambil tindakan tegas sesuai prosedur organisasi maupun penanganan kasus pelecehan seksual. BEM Unsoed juga telah melindungi korban dan memberhentikan pelaku secara tidak hormat (SP3) sebagai pengurus BEM. BEM Unsoed juga telah menawarkan kepada korban untuk membawa kasus ini kepada lembaga yang lebih profesional seperti Unit Layanan Pengaduan dan Kekerasan (ULPK). Namun hingga kini korban tidak menginginkan kasus ini dibawa ke pihak manapun. (gw)  

Sumber: