Diguyur Hujan Deras, Jalur Kepil-Purworejo Retak 100 Meter

Diguyur Hujan Deras, Jalur Kepil-Purworejo Retak 100 Meter

WONOSOBO - Diguyur hujan deras seharian, jalur utama Kepil-Bruno Purworejo, retak sepanjang 100 meter kemarin. Tanah bergerak yang membelah jalan provinsi itu terjadi di Dusun Polowono Desa Jangkrikan Kecamatan Kepil kemarin. Menjaga kelancaran lalu lintas, pihak kepolisian terapkan sistem buka tutup. Petugas piket Polsek Kepil Aiptu Supriyanto membenarkan bahwa terjadi retakan sepanjang 100 meter di jalan provinsi arah kecamatan bruno, tepatnya di Dusun Polowono Jangkrikan, retakan tanah tersebut membelah badan jalan. “ setelah ada laproan dari warga kita monitor lapangan, dan memberikan tanda kepada pengguna jalan, agar tidak menimbulkan korban,” katanya. Menurutnya, untuk melancarkan arus lalu lintas, pihaknya menerapkan sistim buka tutup, penguna jalan yang melintas, hanya satu arah secara bergantian. Utamanya bagi kendaraan roda empat. Pantuan lalu lintas sendiri tidak terlampau ramai. “ karena tanahnya amblas, separuh badan jalan, pengguna jalan utamanya kendaraan roda empat, bisa melintas secara bergantian,” katanya. Sementara itu, Kepala BPBD Wonosobo Zulfa Ahsan Alim K, membenarkan bahwa ada tanah bergerak di wilayah kecamatan kepil, pasca didera hujan deras selama sepekan ini. Salah satu titiknya berada di desa jangkrikan, dimana jalur provinsi yang melintas di desa tersebut retak sepanjang 100 meter. “ warga dan aparat sudah memasang peringatan di jalan itu, dan meminta pengguan jalan melintas bergantian,” katanya. Diakui bahwa wilayah kecamatan kepil merupakan kawasan merah rawan bencana tanah bergerak dan tanah longsor. Hal tersebut sudah sering terjadi saat musim hujan dengan intensitas tinggi terjadi di kawasan itu. “ kawasan kepil ini memang rawan tanah bergerak dan tanah longsor, dulu bahkan jalur provinsi di desa burat pernah hilang karena longsor,” ujarnya. Terkait hal itu, pihaknya sudah mengingatkan kepada pemerintah kecamatan dan desa untuk menggiatkan monitoring lingkungan masing-masing terhadap ancaman bahaya longsor atau tanah bergerak di kecamatan kepil. “ kita imbau dalam situasi apapun tetap waspada, namun tidak panik, kenali lingkungan setempat, jika ada pontensi longsor perlu segera lakukan mitigasi,” pungkasnya. (gus)

Sumber: