Truk Muatan Semen Nyebur ke Laut

Truk Muatan Semen Nyebur ke Laut

PULOMERAK - Truk muatan semen dengan nomor polisi B 8698 FO tercebur di Dermaga VII Pelabuhan Merak, Kamis (5/3). Sopir truk, Hendra Susalid selamat dari insiden tersebut. Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari Hendra, kecelakaan terjadi sekira pukul 01.00 WIB dini hari. Awalnya, truk muatan 220 sak semen hendak masuk ke KMP Athaya. Saat berada di ramp door kapal, as roda truk tiba-tiba patah. Agar tidak mengganggu kendaraan lain yang hendak naik, Hendra berniat memundurkan kendaraannya. Sesampainya di movable bridge (MB) Dermaga VII, Hendra berniat meminta tolong kepada pegawai PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak untuk menarik truk tersebut ke lokasi yang lebih aman. Nahas, saat ia turun dari kursi kemudi, tiba-tiba mobil yang hendak menuju Palembang tersebut maju ke depan dan langsung tercebur ke laut. "Sampai di MB, saya turun ke belakang mobil, kan mau ditarik, enggak tahu jalan sendiri mobilnya," ujar Hendra. Tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, akibat persitiwa itu truk mengalami rusak parah dan muatan semen tenggelam di dasar laut. Truk baru dievakuasi oleh PT Jemla Ferry selaku operator KMP Athaya dan PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak sekira pukul 13.30 WIB menggunakan crane. Proses evakuasi berlangsung kurang lebih selama 30 menit. Hasilnya, hanya truklah yang berhasil diangkat dari dasar laut. Kepala PT Jemla Ferry Cabang Merak Koko Setiabudi menuturkan, selain patahnya as, faktor penyebab kecelakaan adalah kondisi cuaca di perairan Selat Sunda yang sedang tidak baik. Saat kejadian, gelombang laut cukup tinggi dengan hembusan angin kencang sehingga membuat kapal tidak stabil saat sandar di Dermaga VII. “Kalau kapalnya tidak stabil otomatis kan ramp doornya juga goyang-goyang, enggak stabil juga, mungkin terbentur atau apa sehingga as truk itu patah,” ujarnya. Koko mengklaim tidak ada kerusakan pada ramp door KMP Athaya. Kapal pun menurutnya masih bisa melanjutkan perjalanan menuju Bakauheni, Lampung. Akibat peristiwa tersebut, Dermaga VII Pelabuhan Merak tidak dioperasikan hingga proses evakuasi selesai. Kapal-kapal dari Pelabuhan Bakauheni dialihkan ke dermaga-dermaga lain. (bam)

Sumber: