All England 2020: Target Minimal Satu Gelar

All England 2020: Target Minimal Satu Gelar

JAKARTA - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi, Susy Susanti memasang satu target juara di gelaran All England 2020. Tahun lalu, Indonesia berhasil merebut gelar juara di nomor ganda putra melalui pasangan Hendra Setiawan/Mohamad Ahsan. Kendati demikian, Susy enggan menargetkan di satu nomor saja. Peraih medali emas Olimpiade Barcelona itu tak memungkiri peluang terbesar untuk merebut gelar juara itu ada di nomor ganda putra. Ya, di nomor ganda putra Indonesia mengirimkan skuat terbaiknya, selain juara bertahan Hendra/Ahsan, PBSI juga menurunkan pasangan peringkat satu dunia, Kevin/Marcus dan Hendra Ahsan. Kemudian Fajar/Rian menyusul sebagai unggulan lima. Untuk sektor tunggal putra, Indonesia mempercayakan kepada Anthony Sinisuka Ginting datang dengan tittle unggulan empat. Rekannya, Jonatan Christie duduk di posisi unggulan enam. Menemani Anthony dan Jonatan, juga akan turun Shesar Hiren Rhustavito dan Tommy Sugiarto. "Target kami tetap satu gelar, mempertahankan yang tahun lalu. Tapi saya tidak menyebutkan sektor mana, karena tidak ingin membebani atlet tertentu. Memang yang paling berpeluang ada di sektor ganda putra. Namun bukan berarti di sektor lain tidak ada peluang," ujar Susy. "All England ini, sebenarnya tidak bisa diprediksi. Terkadang juara-juara diawal-awal bisa tersandung juga. Pada intinya atlet yang dipersiapkan di All England harus betul-betul mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Karena selama pertandingan itu belum selesai, siapapun bisa jadi juara," tambahnya. Susy menilai persiapan semua atlet sudah baik dan matang. Meski dibayangi ancaman virus Corona, Susy yakin para atlet tidak akan terpengaruh. Berbagai persiapan non teknis untuk melindungi atlet selama pertandingan juga sudah diberikan. “Sejak virus corona menyebar, atlet dan tim ofisial yang berangkat pasti dibekali masker dan hand sanitizer. Persiapan teknis mereka juga sudah baik dan siap untuk menghadapi laganya nanti. Kita berdoa semoga nanti tidak ada kendala berarti dan para atlet bisa menampilkan yang terbaik,” ungkap Susy. Menurut Chef de Mission tim Indonesia di All England 2020, Achmad Budiharto, All England menjadi salah satu turnamen yang menjadi milestone PBSI di tahun 2020. Sebab, turnamen level Super 1000 tersebut berada di urutan kedua setelah Kejuaraan Dunia. "All England adalah turnamen penting, meskipun ada di grade dua, tapi secara tidak resmi seperti kejuaraan dunia, prestisenya tinggi. Di tengah keadaan seperti ini (merebaknya virus Corona) kami memberanikan diri untuk berangkat. mudah-mudahan tidak ada apa-apa," harapnya. Sementara itu, pasangan Hendra/Ahsan mengaku tak terlalu terbebani dengan posisinya yang menjadi juara bertahan nomor ganda putra. Bahkan, di ajang ini, target awal pasangan yang akrabd disapa The Daddies itu berharap bisa tembus ke babak empat besar atau semifinal. "Kami mau step by step dulu saja, tidak memikirkan target tertentu. Semuanya saat ini berpeluang, persaingan juga cukup merata di ganda putra. Tidak ada lawan yang mudah, semuanya perlu diwaspadai. Ya kita berusaha untuk bisa tembus ke semifinal dulu lah yah, seperti biasa. itu cukup realistis. " ujar Hendra. "Pola pikir kita bisa menimkati pertandingan ajah yah, jadi tidak terlalu mikirin harus meraih gelar juara, kita step by step ajah," tambah Ahsan. Meski demikian, Hendra/Ahsan mengaku sudah mempersiapkan diri secara maksimal untuk ajang tersebut. "Persiapan kami ke All England hampir seratus persen, Sabtu tinggal berangkat. Beberapa hari ini latihannya banyak ke game, sekarang tinggal jaga kondisi dan jangan sampai cedera," terang Hendra. Meskipun demikian, Hendra/Ahsan mengakui bahwa tak akan mudah bagi mereka untuk mempertahankan gelar. Apalagi begitu banyak pesaing yang lebih muda, termasuk rekannya, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Catatan rekor pertemuan Hendra/Ahsan dengan Kevin/Marcus memang kurang baik. Hendra/Ahsan baru memenangkan dua dari tiga belas pertemuan mereka. "Kami kalah dari segi kecepatan, kami nggak bisa antisipasi kecepatan mereka. Kami berharap bisa mengalahkan mereka di waktu dan saat yang tepat," sambung Ahsan. Menurut rencana, para wakil Merah Putih ini akan terbang ke Birmingham, Inggris, pada Sabtu (7/3) hari ini, menggunakan maskapai Turkish Airlines via Istanbul. Turnamen berhadiah total USD 1,1 juta ini sendiri baru akan berlangsung di Arena Birmingham, Rabu-Minggu (11-15/3) depan. (gie/fin/tgr)

Sumber: