Wisatawan Pantai Anyar Terseret Ombak

Wisatawan Pantai Anyar Terseret Ombak

ANYAR - Seorang wisatawan asal Cilegon, Wiwit (23) terseret ombak dan tenggelam di Pantai Marbella, Desa Bandulu, Kecamatan Anyar, Minggu (8/3). Korban berhasil diselamatkan meski sempat tak sadarkan diri. Komandan Regu (Danru) Search and Rescue (SAR) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang wilayah Pantai Anyar-Cinangka Rifki Suheryadi mengatakan, Wiwit berhasil diselamatkan dan dievakuasi ke pos BPBD. “Korban terseret ombak dan sempat tenggelam,” kata Rifki kepada Radar Banten melalui sambungan telepon seluler. Dijelaskan Rifki, Wiwit bersama temannya bermain air di pantai pukul 10.00 WIB. Tiga puluh menit kemudia Wiwit dikabarkan tenggelam. 10.35 tim SAR BPBD Kabupaten Serang berhasil menyelamatkan korban dan mengevakuasi ke Pos SAR BPBD. “Kami langsung lakukan pertolongan pertama,” katanya Korban sempat tak sadarkan diri, namun tiga puluh menit kemudian korban sadar dan sudah kembali kepada keluarga masing-masing. "Alhamdulillah tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini," ujarnya. Camat Anyar Chairil Anwar membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya sudah mendapat laporan dari warga dan tim BPBD Kabupaten Serang. Anwar mengimbau, pengunjung wisatawan agar selalu waspada saat bermain di pantai. "Harus mengenakan pelampung agar aman," ujarnya. Sementara itu, kejadian lain yakni pohon tumbang terjadi di tiga kecamatan yakni Kecamatan Cinangka, Mancak, dan KramatwatuJumat dan Sabtu (6-7/3). Pohon tumbang diakibatkan cuaca ekstrem seperti hujan disertai angin kencang. Di Kecamatan Cinangka tepatnya di Kampung Cikuya, Desa Bulakan, pohon tumbang menimpa tiga unit rumah warga. Sementara di Kecamatan Mancak dan Kramatwatu, pohon tumbang hanya memutus akses jalan perkampungan. Kepala Pelaksana Harian (Kalaksa) BPBD Kabupaten Serang Nana Sukmana Kusuma mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan tim reaksi cepat (TRC) guna melakukan penanganan pohon tumbang. "Tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini," kata Nana Kepada Radar Banten melalui sambungan telepon seluler. Dijelaskan Nana, berdasarkan data dari Badan Metereologi dan Geofisika, cuaca ekstrem akan terus terjadi hingga akhir Maret 2020. Nana mengimbau agar warga tetap waspada terhadap cuaca ekstrem. “Tetap waspada dan selalu koordinasi dengan tim BPBD,” imbaunya. (mg06)

Sumber: