Kasus Covid-19 di Cina Menurun, di Italia Makin Ganas

Kasus Covid-19 di Cina Menurun, di Italia Makin Ganas

JAKARTA - Kasus virus corona kini telah membunuh sebanyak 5,436 orang dan 145,681 lainnya terinfeksi, serta 72,532 pasien diklaim sembuh. Data ini diperoleh dari 146 negara di dunia, termasuk Indonesia dengan 69 kasus dan 4 kematiannya. Dalam laporan yang dikutip dari laman worldometers, angka kematian di Cina akibat wabah pandemi ini telah menurun semenjak Februari. Pada Sabtu (14/3), di seluruh daratan Cina hanya terdapat 13 kematian dan 11 kasus baru. Sejauh ini, jumlah terinfeksi di Cina berjumlah 80,824 kasus dan 3,189 kematian serta 65,547 diklaim telah sembuh. Berbeda dengan Cina, Italia kini menjadi negara yang mempunyai kasus virus yang terus melonjak.  Italia menjadi negara nomor dua setelah Cina dengan jumlah kasus 17,660 terinfeksi dan jumlah kematian sebanyak 1,266. Setelah Italia, ada Iran dengan jumlah kasus 11,364 pasien dan 72 kematian. Italia kini telah dikunci total untuk mengantisipasi merebaknya virus. Perdana Menteri Giuseppe Conte mengumumkan bahwa ia memperpanjang pembatasan yang sudah ada di utara. "Semua ukuran zona merah sekarang diperluas ke semua wilayah nasional," kata Conte pada konferensi beberapa waktu lalu. Perdana Menteri mengatakan langkah itu diambil untuk melindungi populasi, terutama mereka dengan usia yang sudah tua yang rentang terhadap virus.  Sejumlah, sekolah, universitas, teater, bioskop, bar dan klub malam ditutup di utara Italia. Upacara keagamaan, termasuk pemakaman dan pernikahan, dan acara olahraga ditunda atau ditunda.  Restoran dan bar diizinkan buka dari jam 6 pagi sampai 6 sore, dan mal dan pasar bisa buka pada hari kerja jika mereka bisa memastikan jarak satu meter (tiga kaki) antara setiap klien. "Ini sangat penting tidak hanya dari sudut pandang perawatan kesehatan tetapi juga secara ekonomi. Penurunan sementara di beberapa sektor atau wilayah negara lebih disukai daripada krisis yang lebih lama yang dapat menyebar ke seluruh ekonomi melalui efek permintaan dan pasokan,"  pernyataan dari otoritas Italia dikutip CNN. Pembatasan bisa berdampak pada ekonomi Italia yang sudah rapuh.  Perwakilan pariwisata Italia memperingatkan bulan lalu bahwa pemesanan 200 juta euro ($ 260 juta) telah dibatalkan sejak wabah pertama kali diumumkan. Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menaikan status Covid-19 ini secara resmi menjadi pandemi. "Ini tidak hanya krisis kesehatan masyarakat, ini krisis yang akan mempengaruhi setiap sektor,” ujar Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, direktur-jenderal WHO seperti dilansir Time. Secara istilah pandemi merupakan sebutan yang dipakai terhadap salah satu wabah penyakit yang terinfeksi secara global. "Kami belum pernah melihat pandemi yang dipicu oleh virus corona. Dan kami belum pernah melihat pandemi yang dapat dikendalikan pada saat yang sama." kata Adhanom Ghebreyesus. Meskipun istilah pandemi membawa beberapa konotasi yang menakutkan, penggunaannya agak simbolis, dirancang lebih untuk membantu lembaga kesehatan meningkatkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Terpisah, Presiden Amerika Serikat juga kini telah umumkan darurat nasional di Amerika Serikat. Pengumuman ini setelah wabah virus membunuh sebanyak 47 orang dan menginfeksi sebanyak 2000 pasien di negara Paman Sam itu. (dal/fin)  

Sumber: