Lidi Nipah, Komoditas Baru Kepulauan Bangka yang Tembus Pasar Global

Lidi Nipah, Komoditas Baru Kepulauan Bangka yang Tembus Pasar Global

BANGKA – Terus berupaya dalam mendorong potensi komoditas daerah untuk diekspor, Tim Klinik Ekspor Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Timur (Sumbagtim) dan Bea Cukai Pangkalpinang kembali mewujudkan ekspor berupa lidi nipah dari Kepulauan Bangka ke Nepal dan Pakistan. Nipah (Nypa fruticans) merupakan tumbuhan dengan jenis palem (palma) yang tumbuh di lingkungan hutan bakau atau daerah pasang-surut di dekat tepi laut. Tumbuhan nipah mempunyai batang terendam di bawah lapisan lumpur yang menjalar di bawah tanah. Siapa sangka tanaman yang tumbuh liar di tepi laut ini justru menjadi sumber mata pencaharian baru bagi masyarakat dan berhasil tembus ke pasar ekspor dunia. Kepala Kanwil Bea Cukai Sumbagtim, Dwijo Muryono mengungkapkan bahwa di tengah situasi pandemi yang telah memengaruhi segala bidang kehidupan termasuk perekonomian, masyarakat Desa Kota Kapur yang sebagian besar berprofesi sebagai petani karet/sawit dan nelayan terkena imbas. Turunnya permintaan dan harga komoditas tersebut, membuat masyarakat mencari peluang baru yang dapat menambah pendapatan masyarakat setempat, yaitu mengolah tanaman nipah menjadi lidi. Melihat potensi besar ekspor komoditas ini, kata Dwijo, Tim Klinik ekspor Kanwil Bea Cukai Sumbagtim dan Bea Cukai Pangkalpinang mengunjungi Desa Kota Kapur, Kabupaten Bangka yang berjarak 50 km dari Kota Pangkalpinang. “Kami melakukan reform by location untuk peningkatan ekspor dari Bangka sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional,” ujarnya. Dwijo melanjutkan, pada bulan Juli lalu, sebanyak 12 ton berhasil diekspor pertama kali ke negara Nepal dan pada bulan November diekspor ke Pakistan sebanyak 10,7 ton lidi nipah. “Di Nepal sendiri, lidi nipah digunakan sebagai sarana upacara adat dan bahan dupa,” tambah Dwijo. Pengepul sekaligus koordinator lidi nipah masyarakat Desa Kota Kapur, Bapak Japri, menuturkan bahwa semenjak adanya kerja sama dengan pemerintah daerah dan Bea Cukai untuk pengolahannya dapat membantu perkonomian masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan dan wilayah Bangka menjadi memiliki potensi dalam mengembangkan komoditas lidi nipah. Dwijo menyampaikan bahwa ekspor perdana lidi nipah Kepulauan Bangka merupakan bukti keberhasilan pihaknya pemerintah daerah dan masyarakat bekerja sama dalam memajukan perekonomian daerah. “Semoga kedepannya lidi nipah dapat diekspor dengan diolah menjadi bahan kerajinan seperti tikar, keranjang dan lainnya sehingga diharapkan dapat memberikan nilai tambah produk tersebut,” harap Dwijo. “Kami sangat bersyukur dengan adanya kerjasama ekspor ini sangat membantu masyarakat di masa sulit Pandemi Covid-19. Untuk potensi Kepulauan Bangka, Kita sudah survei wilayah ke Bangka Barat,Bangka Selatan, Bangka Tengah yang banyak terdapat sungai besar,” ujarnya.(rls/fin)

Sumber: