Jumlah Kasus Kematian Ibu Naik

Jumlah Kasus Kematian Ibu Naik

SERANG - Kasus kematian ibu dan bayi di Kota Serang masih mengikuti fenomena gigi gergaji atau naik turun. Demikian terungkap dalam acara Peringatan Hari Ibu yang digelar secara webinar, di Kantor Diskominfo Kota Serang, Kamis (17/12). Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang M. Ikbal menyebutkan, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, mencatat angka kematian ibu (AKI) hingga awal Desember 2020 jumlahnya sebanyak 28 kasus. Jumlah itu naik dari angka kematian ibu 2019 yang tercatat sebanyak 26 orang.

BACA JUGA: Evaluasi Lembaga Amil Zakat

“Kematian ibu memang kemarin ada 26 orang ibu yang meninggal, kalau sekarang ada 28 orang. Memang hampir sama, kalau itu dilihat dari perbandingan kemarin,” kata Ikbal, kepada Banten Raya, usai acara. Sementara angka kematian bayi pada 2020 sebanyak 17 kasus, atau turun dari 2019 sebanyak 23 kasus. ”Tapi kalau dari sisi target memang ada kenaikan. Target kita kemarin itu boleh 14 orang, sekarang sudah ada 17 orang,” ungkap Ikbal seperti dikutip dari Banten Raya Pos (Fajar Indonesia Network Grup).

BACA JUGA: Ferdinand Semprot Mereka yang Ogah Berterima Kasih ke Jokowi Soal Vaksin Gratis: Otak Kalian Sudah Rusak!

Dikatakan, salah satu faktor yang menentukan kematian ibu dan bayi adalah masih minimnya pemahaman masyarakat terhadap pentingnya memeriksakan kesehatan saat hamil. "Jadi itu faktor yang menyebabkan adanya kematian ibu dan bayi, karena memang masyarakat juga dibutuhkan kesadaran untuk rutin memeriksakan diri," jelas dia. Ikbal menerangkan, untuk kematian bayi rata-rata diakibatkan karena penyakit bawaan, seperti asbis (gangguan pernafasan saat lahir). Oleh karena itu, pihaknya menghadirkan beberapa dokter spesialis seluruh puskesmas di Kota Serang. Hal itu untuk memberikan penguatan kemampuan keilmuan para bidan, agar jika saat menangani persalinan terjadi asbis bisa ditangani.

BACA JUGA: Kebijakan Pemerintah Sesuai Amanat Konstitusi

"Upaya yang telah dilakukan kami adalah membuka pelayanan puskesmas selama 24 jam. Kalau terkait kemampuan dari sisi keilmuan untuk bidan-bidan, kita kasih tambahan dari dokter ahli kandungan. Supaya mereka ada kasus asbis bisa mengatasi. Kan itu yang paling banyak itu kalau bayi itu gangguan pernafasan, kalau ibu pendarahan," terangnya. Sementara itu, Walikota Serang Syafrudin menyerukan kesehatan ibu dan anak, khususnya pelayanan ibu hamil dimasa pandemi Covid-19 yang ada di Kota Serang. Hal itu dilakukan agar ibu dan bayi lahir dalam keadaan sehat. Ia menekan tiga hal pada peringatan hari ibu ini, yakni menekan angka kematian ibu, kematian bayi, dan stunting. "Kami menekankan masyarakat jika hamil pada usia bulan 0-9 bulan harus rutin periksa ke puskesmas atau klinik yang ada di wilayahnya, sehingga bisa terpantau anak dari usia 0-9 bulan oleh tenaga medis," katanya. (harir)

Sumber: