Waspadai Prostitusi di Malam Tahun Baru

Waspadai Prostitusi di Malam Tahun Baru

TASIK – Pemerintah Kota Tasikmalaya akan menekan kerumunan masyarakat di momen malam pergantian tahun. Namun mencegah keramaian tidak serta merta akan menghilangkan potensi kemaksiatan. Setiap malam pergantian tahun, Kota Tasikmalaya kerap diramaikan dengan berbagai kegiatan selebrasi masyarakat. Tetapi selalu saja ada beberapa penyakit masyarakat dari mulai pasangan mesum dan pesta miras. Aktivis Islam Tasikmalaya, Ustaz Iri mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus menangani pandemi. Potensi kemaksiatan pun harus bisa diantisipasi di momen pergantian tahun. “Tidak ada keramaian, bukan berarti tidak ada kemaksiatan,” ungkapnya kepada Radar, kemarin (23/12). Di luar daerah sudah muncul informasi para Pekerja Seks Komersial (PSK) yang disinyalir mempromosikan diri untuk disewa di malam tahun baru. Di Kota Tasikmalaya pun hal itu tidak menutup kemungkinan bisa terjadi. “Mudah-mudahan tidak ada, tapi fakta di lapangan kan siapa yang tahu,” ujarnya seperti dikutip dari Radar Tasikmalaya (Fajar Indonesia Network Grup). Kemaksiatan memang sudah ditakdirkan selalu ada sejak zaman jahiliyah sampai sekarang. Namun pemerintah punya kewajiban untuk memeranginya dalam rangka melindungi masyarakat. “Makanya selain patroli menertibkan keramaian, periksa juga kamar-kamar hotel dan lokasi yang berpotensi dijadikan tempat maksiat,” tuturnya. Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar, prostitusi online sudah bukan cerita baru di Kota Tasik. Keberadaannya seolah ada dan tiada karena memanfaatkan aplikasi berbasis internet. Terpisah, Kabid Tibum dan Tranmas Dinas Satpol PP Kota Tasikmalaya Yogi Subarkah menyebutkan di hari biasa pun pihaknya rutin berpatroli. Diantaranya menjaga ketertiban dari ulah pasangan non muhrim atau PSK. “Kalau upaya itu setiap hari kita lakukan,” ungkapnya. Untuk momen pergantian tahun, pencegahan masalah ketertiban umum tetap dilaksanakan. Hanya saja, personel yang terbatas menjadi kendala untuk melakukan patroli secara menyeluruh. “Tapi kami minta masyarakat bisa menginformasikan kalau memang ada temuan, nanti kita tindak lanjuti,” pungkasnya. (rga)

Sumber: