Mahasiswi Unsri Korban Pelecehan Seksual Dosen, Batal Diyudisium

Mahasiswi Unsri Korban Pelecehan Seksual Dosen, Batal Diyudisium

INDRALAYA - Mahasiswi Universitas Sriwijaya (Unsri) korban pelecehan seksual dosen batal diyudisium. Namanya tiba-tiba hilang dari daftar yudisium yang digelar Jumat (03/12) pagi ini. Namanya mendadak hilang setelah dirinya melaporkan kasus pelecehan seksual yang di alaminya ke Polda Sumsel, Kamis (2/12). Berdasarkan keterangan Presiden Mahasiswa Unsri Dwiki Sandy, CL yang namanya telah terdaftar sejak 2 hari lalu sebagai peserta Yudisium di Fakultasnya mendadak hilang usai lapor ke Polda Sumsel terkait kasusnya. “Kemaren ada namanya, semalam namanya dicoret dan mendadak dihilangkan. Kami kurang paham apa alasannya, hingga pihak fakultas membatalkan hal itu,” katanya menyayangkan dikutip Sumeks.co, Jumat (3/12). Tak hanya mencoret nama dari daftar yudisium, kursinya di ruangan tempat CL akan diyudisium pun juga dihilangkan. “Padahal korban ini sudah mendapatkan undangan yudisium pagi ini dari kemarin, korbannya tadi datang. Setelah di lokasi dirinya kaget nama dan kursinya tidak ada,” tambahnya. Dekan Fakultas Ekonomi Unsri Prof Dr Mohamad Adam SE ME membantah jika CL batal diyudisium, Jumat (3/12) di Indralaya. “Siapa yang mengatakan tidak bisa mengikuti yudisium. Dia (CL) ada pada yudisium di sesi kedua, setelah sholat Jumat,” katanya ketika dicegat akan menghadiri yudisium sesi kedua pukul 14.00 WIB. Hanya saja Mohamad Adam tidak menjelaskan secara detail, karena sedang ke lokasi yudisium. Bahkan upaya wartawan untuk meminta keterangan dari Mohamad Adam harus berhadapan dengan sekuriti yang mengawalnya. Paska pernyataan Dekan Fakultas Ekonomi Unsri Prof Dr Mohamad Adam, Presiden BEM Unsri Dwiky Sandy membenarkan jika CL, mahasiswi korban pelecehan mengikuti yudisium sesi kedua pada pukul 14.00 WIB. “Informasi yang kita terima, dia (CL) ikut yudisium,” pungkasnya.(gw)  

Sumber: