Terkait Reuni 212, Rocky Gerung Usul Pemerintah Jadikan 2 Desember Hari Besar Kewarganegaraan

Terkait Reuni 212, Rocky Gerung Usul Pemerintah Jadikan 2 Desember Hari Besar Kewarganegaraan

JAKARTA- Pengamat Politik Rocky Gerung menilai aksi reuni 212 yang tiap tahun digelar pada bulan Desember, bukan hanya merupakan kumpulan manusia. Tetapi kumpulan ide. "Reuni itu bukan reuni massa sebetulnya, itu reuni ide," ujar Rocky Gerung dalam video yang diunggah di kanal YouTube Refly Harun, dikutip Rabu (8/12/2021). Rocky lebih lanjut menilai, reuni 212 bukan lagi merupakan gerakan Islam. Tetapi gerakan massa untuk Indonesia yang lebih baik. "Sebetulnya kalau kita sambungkan ini bukan gerakan Islam, ini gerakan untuk membersihkan Indonesia," ujarnya. Menurutnya, pemerintah harus melihat bahwa gerakan 212 bukan lagi soal agama. Tetapi gerakan sosial untuk keadilan sosial. Katanya, gerakan 212 jangan dianggap sebagai aksi anti pemerintah. "Jadi pemerintah harus lihat versi itu, bahwa 212 telah tumbuh sebagai gerakan sosial, betul-betul sudah menjadi monumen untuk pemberantasan korupsi, monumen untuk keadilan sosial," katanya. "Karena itu 212 nggak mungkin lagi dilihat sebagai kumpulan 2 atau 3 orang yang anti pemerintah," ujarnya. Untuk itu, Rocky Gerung menyampaikan usul agar tanggal 2 Desember diperingati sebagai hari kewarganegaraan agar benar-benar diingat sebagai peristiwa yang nasional. "Saya usulkan tanggal 2 Desember dijadikan sebagai hari kewarganegaraan, atau hari pulihnya hak-hak warga negara" ucap Rocky Gerung. "Supaya dia betul-betul jadi peringatan peristiwa yang nasionalistis, bukan sekadar temanya agama," pungkasnya. (dal/fin).

Sumber: