Ajukan Banding! Korban Mafia Tanah Ciputat Datangi PN Tangerang

Ajukan Banding! Korban Mafia Tanah Ciputat Datangi PN Tangerang

Edward Sihombing, Kuasa Hukum Ahli Waris Keluarga alm Zakirudin Djamin Saat Memberikan Keterangan Kepada Awak Media di Pengadilan Negeri Tangerang. --Rikhi Ferdian

FIN.CO.ID - Ahli waris keluarga alm Zakirudin Djamin yang diduga menjadi korban mafia tanah mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Tangerang untuk mengajukan permohonan banding atas putusan majelis hakim dalam perkara sengketa tanah, Senin (13/5/2024).

Sebelumnya, majelis hakim PN Tangerang telah menjatuhi putusan dalam perkara kepemilikan tanah antara ahli waris keluarga alm Zakirudin Djamin dengan seorang penggugat bernama Henhen Gunawan.

Dalam putusannya, PN Tangerang menyatakan bahwa tanah kurang lebih seluas 3.500 meter persegi di Ciputat, Tangerang Selatan, tersebut adalah milik penggugat, Henhen Gunawan.

"Yang pertama ini adalah kemenangan para mafia (tanah) yang menyesengsarakan rakyat," ucap Kuasa hukum ahli waris, Edward Sihombing kepada wartawan di PN Tangerang.

BACA JUGA:Sudah 12 Tahun, Perkara Tanah Seluas 3.500 Meter Persegi di Ciputat Tangsel Tak Kunjung Usai!

BACA JUGA:AHY Janji Berantas Mafia Tanah untuk Membela Rakyat Kecil

Ia pun mengaku tak habis pikir dengan putusan majelis hakim PN Tangerang itu. Sebab sekarang ini putusannya menjadi double. Karena ada dua putusan yang berbeda antara putusan di Pengadilan Negeri Bogor dan Pengadilan Negeri Tangerang, padahal objeknya tanah yang sama.


Diketahui dalam gugatan lainnya, majelis hakim Pengadilan Negeri Bogor menyatakan bahwa tanah tersebut milik Bank Syariah Mandiri atau Bank Syariah Indonesia, setelah sertifikatnya dijaminkan untuk pengajuan pinjaman uang. Meski ahli waris tak pernah meminjam uang.

BACA JUGA:Nirina Zubir Nyatakan Batal Berikan Dukungan ke Capres Gegara Masalah Mafia Tanah

BACA JUGA:FAMTU Duga Djoko Sukamtono Sindikat Mafia Tanah, Hakim PT Banten Diminta Tegas Lurus

"Besok juga kami juga akan ke Bareskrim melaporkan pimpinan bank tersebut dengan dasar mereka telah menguasai sertifikat-sertifikat tanah ini dengan melawan hukum. Karena ahli waris tidak pernah meminjam uang kepada bank-bank  tersebut," tuturnya.

Menurut Edward, dengan adanya dua putusan yang berbeda ini hanya akan menambah masalah dalam upaya penegakan hukum pada perkara sengketa tanah yang bergulir sejak tahun 2012 itu.

"Itu yang akan kami soroti dalam perkara banding nanti," imbuhnya.

Edward menambahkan, selain ke Bareskrim Polri pihaknya juga akan melaporkan perkara yang diduga kuat melibatkan mafia tanah ini ke instansi lainnya yang terkait.

Terlebih, perkara sengketa tanah milik ahli waris alm Zakirudin Djamin ini tak kunjung selesai dalam kurun selama 12 tahun. 

"Kami juga meminta menteri BUMN untuk bertindak karena BSI dan BTN di bawah koordinasi beliau," katanya

"Karena kami menganggap bank-bank ini aneh karena sampai hari ini dua bank ini tidak pernah menyita aset yang mempunyai hutang (Henhen Gunawan) ke bank tersebut. Ini malah jadi terbalik hak para ahli waris ini yang disita," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, perkara sengketa tanah kurang lebih seluas 3.500 meter persegi yang bergulir sejak tahun 2012 di Ciputat, Tangerang Selatan, tak kunjung usai.

Tanah milik alm Dzakiruddin Djamin yang diwariskan kepada anak-anaknya tersebut bersengketa dengan adanya dua putusan dari Pengadilan Negeri (PN) yang berbeda, yaitu di PN Bogor dan PN Tangerang.

Persoalan kepemilikan tanah ini bergulir ke pengadilan setelah ahli waris mengetahui jika ternyata sertifikat tanahnya telah dijaminkan ke Bank Syariah Mandiri untuk peminjaman uang atas kasus kredit fiktif tahun 2012 silam.

Padahal ahli waris tak pernah mengajukan pinjaman uang baik ke Bank Syariah Mandiri maupun Bank BTN cabang Bogor.

DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI Google News


Rikhi Ferdian

Tentang Penulis

Sumber: