Teknologi ChatGPT Tidak Dapat Gantikan Manusia, Begini Penjelasan Pakar

Teknologi ChatGPT Tidak Dapat Gantikan Manusia, Begini Penjelasan Pakar

Aplikasi Chat GPT -screenshoot-Open AI

JAKARTA, FIN.CO.ID - ChatGPT yang saat ini tengah digandrungi masyarakat disebut tidak akan menggantikan manusia. 

Soal ChatGPT tersebut diungkap pakar bidang teknologi Yudho Giri Sucahyo terkait menilai teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). 

ChatGPT yang belakangan hangat diperbincangkan khalayak, tidak akan dapat menggantikan produk kreatif manusia.

BACA JUGA:Seru! Claude AI Mampu Saingi ChatGPT, Digunakan Profesor Hasilnya Lulus Mengesankan

“Saya meyakini bahwa secanggih apa pun, meskipun nanti (ChatGPT) tetap lebih bagus dari yang sekarang, tetapi AI itu tidak akan bisa menggantikan produk kreatif manusia,” kata Yudho. 

Meskipun ChatGPT mampu menulis apa pun, termasuk novel sekalipun, Yudho meyakini bahwa produk yang dihasilkan oleh teknologi AI tetap memiliki perbedaan dibanding dengan produk manusia yang menggunakan daya kreatifnya.

ChatGPT sendiri merupakan teknologi kecerdasan buatan generatif berupa chatbot yang mampu menjawab pertanyaan dengan susunan kata lebih luwes atau mirip seperti jawaban yang diberikan manusia.

Yudho menjelaskan bahwa ChatGPT menggabungkan AI dengan natural language processing (NLP) sehingga seakan-akan pengguna berdialog dengan manusia.

BACA JUGA:10 Cara Hasilkan Cuan dengan ChatGPT atau GPT-3, Gampang Banget!

“Salah satu kelebihan dari ChatGPT adalah ketika kita bertanya sesuatu, mungkin pada saat awal kalau memang tidak ada datanya, ChatGPT itu juga nggak bisa jawab. Tetapi ketika kita bertanya sesuatu itu polanya sudah masuk, di kesempatan berikutnya ChatGPT akan juga berdialog dengan para sumber informasi yang lain,” jelas dia.

Dengan kemampuan yang semakin luar biasa, kata Yudho, ChatGPT memang pada akhirnya membantu siapa pun yang membutuhkan informasi untuk kepentingan produk pengetahuannya.

Menurut dia, kehadiran ChatGPT perlu dilihat sebagai alat bantu bagi manusia, bukan malah disalahgunakan sebagai jalan pintas untuk mengakali tugas bagi mahasiswa maupun mengakali pekerjaan bagi karyawan.

“Kalau saya kemudian menulis paper atau menulis buku dengan sesimpel saya nanya ChatGPT, (lalu) copy-paste, ya nggak benar juga. Kalau begini kan artinya kejujuran akademiknya juga tidak bisa dipertanggungjawabkan,” kata dia.

BACA JUGA:Pakai ChatGPT Bisa Punya 'Istri' yang Selalu Bilang I Love You, Gak Percaya? Cek di Sini

Sumber: