Iwan Budianto Mundur Dari PSSI Buntut Tragedi Kanjuruhan: Kami Tiada Henti Untuk Meminta Maaf

Iwan Budianto Mundur Dari PSSI Buntut Tragedi Kanjuruhan: Kami Tiada Henti Untuk Meminta Maaf

Iwan Budianto saat menjabat sebagai Waketum PSSI.-pssi.org-

MALANG, FIN.CO.ID - Wakil Ketua Umum Iwan Budianto mundur dari PSSI buntut Tragedi Kanjuruhan 2022 dengan bilang kami tiada henti untuk meminta maaf.

Keputusan tegas diambil oleh Wakil Ketua Umum Iwan Budianto terkait masa depannya di organisasi PSSI.

Sosok yang merupakan Wakil Ketua Umum (Waketum) PSSI periode 2019-2023 ini menyatakan sikap mundur dari organisasi tersebut.

Bahkan Iwan Budianto juga tidak bersedia mencalonkan atau dicalonkan sebagai Exco PSSI periode mendatang, tepatnya 2023-2027.

BACA JUGA:Ogah Nyalon Jadi Ketum PSSI, Eks Sekjen PSSI Ratu Tisha Incar Kursi Waketum, Ini Alasannya

Iwan Budianto mengungkapkan bahwa sikapnya itu merupakan salah satu bagian dari tanggung jawab moral usai terjadinya Tragedi Kanjuruhan yang merenggut 135 korban jiwa.

"Rasanya tidak elok dan tidak etis jika saya kembali duduk di Exco PSSI," kata Iwan dilansir laman resmi Arema FC.

"Itu sebabnya saya tidak mau mencalonkan dan tidak bersedia dicalonkan," tambahnya, Minggu, 15 Januari 2023.

Sebagai direksi Arema FC, Iwan Budianto pasca Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022 lalu tidak tinggal diam.

BACA JUGA:Erick Thohir Daftar Ketum PSSI, CEO Rans Nusantara Raffi Ahmad Bilang Begini

Hati Iwan Budianto terpanggil untuk meringankan beban korban meninggal dan korban luka dengan secara langsung.

Pria yang kerap disapa IB ini menginstruksikan kelangsungan Crisis Center dengan membentuk tim untuk memberikan bantuan dan pendataan secara detail baik di wilayah maupun luar Malang.

Terlepas dari keputusannya tersebut, IB memiliki harapan besar kepada siapapun yang menjabat di pengurusan PSSI.


Momen penonton atau suporter masuk ke dalam lapangan Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu, 1 Oktober 2022.-Screenshot Twitter/@f12xos-

Sumber: