Liga 2 2022/2023 Dihentikan Ada Faktor Kendala Keuangan, Presiden Madura United: Itu Resiko

Liga 2 2022/2023 Dihentikan Ada Faktor Kendala Keuangan, Presiden Madura United: Itu Resiko

Presiden Madura United, Achsanul Qosasih--achsanulqosasi.com

JAKARTA, FIN.CO.ID - Presiden Madura United, Achsanul Qosasi soroti kompetisi Liga 2 2022/2023 dihentikan ada faktor kendala keuangan.

Achsanul Qosasi dalam akun Twitternya, unggah surat dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) perihal masukan klub peserta Liga 2 2022/2023.

Dalan isi surat tersebut, tertulis para peserta klub peserta Liga 2 ingin jika kompetisi tetap dilanjutkan dengan sistem bubble. Namun karean faktor keuangan LIB tidak bisa melanjutkan kompetisi tersebut.

"Berdasarkan penyampaian klub peserta Liga 2-2022/2023 Sebagaimana tertuang dalam Berita Acara Rapat terlampir disampaikan beberapa opsi diantaranya terkait kelanjutan Liga 2 2022/2023, yaitu: 

A. Kompetisi dilanjutkan dengan sistem Bubble.

B. Kompetisi diberikan terlampir surat pernyataan bersama.

Bahwa memperhatikan kondisi cash/flow keuangan LIB saat ini tidak dapat melanjutkan kompetisi Liga 2-2022/2023 dengan sistem bubble, karena akan ada peningkatan biaya yang besar berlampir royeksi biaya dengan sistem bubble," tulis surat tersebut dikutip fin.co.id dari @AchsanulQosasi pada Jumat, 13 Januari 2023.

BACA JUGA:Atta Halilintar Kecewa Berat Liga 2 2022/2023 Resmi Dihentikan: Kapok!

BACA JUGA:Jelang Derby Bekasi Semifinal Liga 3, Plt Wali Kota Tri Adhianto Instruksikan ASN Nonton Langsung di Stadion

Dalam surat tersebut ditanda tangani oleh Ferry Paulus selaku Direktur Utama pada 20 Desember 2022.

Mengenai hal ini, Achsanul Qosasi menyayangkan jika peserta Liga 2 tidak bisa dilanjutkan karena LIB tak ada uang.

"Sebenarnya peserta Liga 2 meminta bubble, tapi LIB tak ada uang," ungkapnya.

Menurut Achsanul Qosasih tugas sebagai direksi seharusnya untuk mencari solusi mengenai kendala keuangan di LIB bukan untuk mengehentikan kompetisi.

"Tak punya duit itu resiko LIB, silakan cari cara, itulah tugas direksi, bukan hentikan kompetisi," tuturnya.

Sumber: