Gegara Seekor Ayam, Pria di Bandung Tewas Dikeroyok di Rumahnya Sendiri

Gegara Seekor Ayam, Pria di Bandung Tewas Dikeroyok di Rumahnya Sendiri

Ilustrasi ayam potong.(Pixabay)--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Pria bernama Yosep (47) yang dituduh mencuri seekor ayam akhirnya tewas dikeroyok oleh enam orang di Kabupaten Bandung. 

Satreskrim Polresta Bandung membekuk enam tersangka pengeroyokan yang menewaskan Yosep (47) yang dituduh mencuri seekor ayam.

 BACA JUGA:Rumah Anggota Paspampres di Bekasi Kemalingan, Motor Hilang Digondol Maling

Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo mengatakan kasus itu bermula saat ditemukannya mayat Yosep di kediamannya yang berada di Desa Sadu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa 29 November 2022, pukul 07.30 WIB.

"Adapun kondisi mayat pada saat itu adalah pendarahan di sekitar wajah dan kepala. Kemudian langsung dibawa ke rumah sakit untuk diautopsi dan divisum," kata Kusworo, di Mapolresta Bandung, Kabupaten Bandung, Rabu 20 November 2022.

Kurang dari dua jam setelah ditemukannya mayat Yosep itu, menurutnya lagi, polisi berhasil membekuk satu dari enam tersangka pengeroyokan itu. 

Dari penangkapan satu tersangka itu, kemudian polisi melakukan pengembangan hingga menangkap seluruh tersangka yang berinisial TR (17), CC (24), RS (20), AI (33), MB (33), dan AH (44).

 BACA JUGA:Libur Sekolah SD, SMP, SMA dan SMK Akhir Tahun 2022, Info Selengkapnya Cek di Sini

Adapun Kusworo mengatakan, pengeroyokan itu bermula saat Yosep menawarkan ayam untuk dijual ke salah seorang tersangka.

"Setelah salah satu tersangka melakukan pembelian, kemudian ada pembicaraan di antara para tersangka dikhawatirkan bahwa ayam itu hasil curian," kata dia.

Setelah itu, para pelaku khawatir jika pembelian ayam itu akan membuat seorang pelaku yang membeli menjadi penadah barang curian. 

Atas hal itu, menurutnya lagi, para pelaku kemudian mendatangi kediaman Yosep untuk melakukan interogasi.

BACA JUGA:Ini Link Resmi Rekrutmen Bersama BUMN Batch 2, Termasuk Syarat Pendaftaran

"Di antara enam tersangka ini, salah satu tersangka memiliki dendam pribadi dengan korban. Dikarenakan sama-sama residivis, kemudian ada dugaan bahwa korban pernah mengganggu istri salah satu tersangka," kata dia.

Sumber: