Minum Teh Bersamaan dengan Makan Tidak Disarankan, Simak Penjelasan dari Dokter

Minum Teh Bersamaan dengan Makan Tidak Disarankan, Simak Penjelasan dari Dokter

Minum teh, Image oleh Pexels dari Pixabay--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Meminum minuman yang mengandungan kafein bersamaan dengan makan besar tidak disarankan oleh dokter.

Ketua Umum Perhimpunan Hematologi & Transfusi Darah Indonesia Dr. dr. TB. Djumhana Atmakusuma, SpPD-KHOM mengatakan, hal tersebut dapat mengganggu penyerapan zat besi dari makanan.

BACA JUGA:

  1. Berisiko Polio, Kemenkes Beri Perhatian Khusus pada Beberapa Wilayah di Indonesia
  2. Apakah Bunuh Diri Itu Menular? Awas Copycat Suicide

"pada pasien defisiensi besi kami sarankan tidak makan sambil minum teh atau kopi atau susu," ujar di Jakarta, Rabu, 30 November 2022.

Djumhana merekomendasikan agar orang-orang menunggu sekitar dua jam setelah makan untuk bisa minum minuman yang mengandung kafein.

Hal tersebut dilakukan agar penyerapan zat besi dari makanan tak terganggu.

Menurut dia, cara ini juga sekaligus mencegah terkena anemia kekurangan zat besi yang ditandai seperti rambut rontok, kelelahan, kekurangan energi, sesak napas, detak jantung yang tidak teratur, dan kulit pucat.

BACA JUGA:

  1. Kemenkes Targetkan Imunisasi Polio untuk 95.603 Anak
  2. Link Download Game Sigma Battle Royale v1.0.2 APK Original 280 MB Tersedia di Mediafire, Unduh Dari Sini!

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), prevalensi anemia meningkat dari 21,7 persen (2013) menjadi 23,7 persen (2018) dari total populasi di Indonesia.

Data juga menunjukkan, pada 2018, sebanyak tiga dari 10 remaja Indonesia menderita penyakit anemia dan 62,6 persen kasus anemia yang terjadi disebabkan oleh kekurangan zat besi.

Selain memperhatikan waktu konsumsi kafein, upaya lain yang bisa orang lakukan demi mencegah anemia yakni dengan mengonsumsi makanan mengandung zat besi dari dari sumber hewani misalnya hati sapi maupun non-hewani seperti sayuran hijau seperti bayam, sawi dan brokoli.

Selain itu, Djumhana juga menyarankan para remaja putri yang kekurangan zat besi bisa mendapatkan tablet tambah darah (TTD) atau suplemen zat besi lainnya.

BACA JUGA:

  1. Apa Menghirup Vape Berbahaya untuk Kesehatan? Kanker Salah Satu Risikonya

"Preparat besi oral atau suntikan. Yang suntikan diberikan pada pasien yang secara oral tidak bisa konsumsi misalnya karena hamil, mual, muntah. Jangan diberikan pada pasien thalassemia, inflamasi kronik, HIV, lupus sehingga saya sarankan tanya dokter terlebih dulu," kata dia.

Sumber: