Berisiko Polio, Kemenkes Beri Perhatian Khusus pada Beberapa Wilayah di Indonesia

Berisiko Polio, Kemenkes Beri Perhatian Khusus pada Beberapa Wilayah di Indonesia

Kemenkes Mulai Pemberian Vaksin Polio, Foto: Kemkes.go.id--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Indonesia merupakan negara dengan risiko polio, berdasarkan capaian imunisasi rutin dalam tiga tahun terakhir.

Untuk itu Kementerian Kesehatan memberikan perhatian khusus bagi wilayah yang cakupan imunisasinya masih rendah, dan rawan terjadinya KLB seperti Provinsi Aceh melalui upaya pelaksanaan penguatan imunisasi rutin.

Selain itu juga upaya pelacakan untuk memastikan seluruh bayi mendapatkan 4 dosis imunisasi bOPV dan 1 dosis imunisasi IPV lengkap sesuai usia, Meningkatkan analisa dan pemanfaatan data.

BACA JUGA:Kemenkes Targetkan Imunisasi Polio untuk 95.603 Anak

“Semua sasaran bayi itu harus sudah mendapatkan lengkap imunisasi polio yaitu 4 dosis untuk polio yang tetes dan satu dosis untuk suntikan sesuai dengan usia anaknya”, jelas Plt. Direktur Imunisasi dr. prima Yosephine saat Keterangan Pers secara virtual, Selasa (29/11).

Upaya lainya melaksanakan imunisasi kejar bagi anak usia 12-59 bulan yang belum atau tidak lengkap status imunisasinya, pastikan seluruh sasaran mendapatkan 4 dosis imunisasi bOPV dan 1 ta dosis imunisasi IPV.


Peta Cakupan Imunisasi OPV 4 2020--

Mengingat imunitas atau kekebalan atau vaksin untuk mencegah tertularnya terhadap polio tipe 2 hanya bisa didapatkan dari imunisasi suntikan.

Berdasarkan laporan cakupan imunisasi rutin, dua provinsi yang sangat berisiko tinggi dilihat dari cakupan vaksinasi Oral di bawah 60% pada tahun 2020.

BACA JUGA:Ini Gejala Umum Polio yang Sering Tidak Disadari oleh Orang Tua

Sementara ada 13 provinsi yang warnanya merah ini adalah yang berisiko tinggi di mana cakupannya hanya berkisar 60-79%.

lalu kita punya 13 provinsi juga yang cakupannya sedang, sebesar 80-94% kemudian kita punya 6 provinsi dengan capaian cukup baik untuk imunisasi polio di atas 95%.

Jika dilihat berdasarkan kabupaten kota, dari 514 kabupaten kota kita masih punya 60 yang sangat berisiko yang cakupannya di bawah 60%, kemudian ada 132 kabupaten kota yang risikonya tinggi antara 60 sampai 79% cakupannya.

Kemudian yang resiko sedang ada 166, dan yang resiko rendah itu ada 154 kabupaten kota.

BACA JUGA:Ratusan Kabupaten/Kota di Indonesia Masuk Kriteria Risiko Tinggi Polio

“Demikian juga untuk imunisasi suntikan (IPV), yang hijau hanya jogja di tahun 2020, demikian pula untuk kabupaten kota sebagian besar berisiko tinggi dan sangat tinggi” ujar dr. Prima

Tahun 2021 dilakukan peningkatan capaian imunisasi IPV, sudah ada yang berisiko sedang di berdasarkan provinsi.

Demikian juga berdasarkan kabupaten kota sudah lebih banyak hijau dibandingkan dengan keadaan tahun 2020, lanjut dr. Prima.

“di tahun ini kalau kita lihat sampai dengan bulan Oktober capaian sudah lebih baik. Kita lihat sudah lebih banyak untuk daerah yang berisiko sedang dan beresiko rendah,” jelasnya.

BACA JUGA:WHO Akui Vaksin Polio Indonesia

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie, dr. Arika Husnayanti melaporkan sebanyak 14.000 anak atau 14,6% anak telah mendapatkan imunisasi polio di hari pertama pencanangan SUB Pekan Imunisasi Nasional Polio di Kabupaten Pidie Aceh.

Pihaknya optimis target 95% imunisasi dalam seminggu ke depan akan tercapai.

“Sebanyak 14.000 anak yang sudah mendapatkan imunisasi di hari pertama, dari target 12.975 anak” jelas dr. Arika

dr. Arika merinci, dari 14.000 anak yang sudah mendapatkan imunisasi polio, sebanyak 4.168 anak usia 0-59 bulan mendapatkan imunisasi polio, 854 anak usia 5 – <7 tahun, dan 7.556 anak usia 7-12 tahun.

Selain Kabupaten Pidie, secara bertahap Sub PIN Polio akan dilaksakan di seluruh wilayah provinsi Aceh.

Pada tanggal 5 Desember di enam kabupaten kota yaitu di Kota Banda Aceh, Kab Aceh Jaya, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara dan kota Sabang.

kemudian di 12 Desember akan dimulai di 16 kabupaten kota lainnya.

Sementara Sub PIN putaran kedua, akan dimulai minggu ke-4 Januari 2023 meliputi seluruh wilayah di Provinsi Aceh.

Sumber: