Bupati Cianjur Bilang Korban Meninggal Akibat Gempa Akan Dapat Uang Kerohanian

Bupati Cianjur Bilang Korban Meninggal Akibat Gempa Akan Dapat Uang Kerohanian

Petugas mengevakuasi satu jenazah korban gempa bumi di Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, Minggu (27/11/2022). -Basarnas-Basarnas

CIANJUR, FIN.CO.ID - Korban meninggal dunia akibat gempa magnitudo 5,6 yang mengguncang Cianjur akan mendapatkan uang kerohanian.

Bupati Cianjur, Jawa Barat, Herman Suherman mengatakan, korban meninggal akan mendapatkan uang kerohanian dari pemerintah pusat yang disalurkan melalui Pemkab Cianjur.

BACA JUGA:Salurkan Bantuan ke Wilayah Terisolir, Ridwan Kamil : Sehari Sepuluh Kali, Dikirim Pakai Helicopter ke Cianjur

BACA JUGA:KPK Resmi Tetapkan Hakim Agung Gazalba Saleh Tersangka Suap

"Kita sudah ajukan ke Kementerian Keuangan, untuk besaran belum bisa kami sebutkan. Kalau sudah ada akan segera disalurkan pada ahli waris," kata Herman di Cianjur, Senin, 28 November 2022.

Ia menjelaskan, untuk korban luka hanya mendapatkan pengobatan sampai sembuh dan mendapat jaminan kehidupan yang besarannya akan disesuaikan. Pihaknya mencatat 595 orang mengalami luka berat, 108 masih dirawat dan 323 orang meninggal dunia serta 9 orang masih dalam, pencarian.

Sedangkan pendataan sementara rumah rusak akibat gempa sekitar 63.229 rumah dengan rincian 26.237 rusak berat, 14.196 rusak sedang dan 22.796 rusak ringan, jumlah pengungsi sebanyak 100.330.

Bagi warga yang rumahnya rusak berat sesuai janji pemerintah akan mendapatkan bantuan sebesar Rp50 juta, rusak sedang Rp25 juta rusak dan rusak ringan sebesar Rp10 juta.

BACA JUGA:Pilu, Seorang Ayah Ditemukan Meninggal Sedang Memeluk Anaknya Saat Tertimbun Longsor di Cianjur

Rumah rusak berat dari kalangan tidak mampu akan dibangunkan kembali oleh pemerintah, sedangkan untuk warga akan diberikan uang-nya," kata Herman.

Penyaluran uang untuk membangun kembali rumah yang rusak langsung dari BNPB melalui BPBD Cianjur, hingga saat ini pihaknya masih melakukan verifikasi terkait rumah rusak akibat gempa Cianjur dan baru 3.500 terverifikasi.

"Proses verifikasi akan terus dipercepat sehingga data perbaikan rumah dapat segera dilakukan. Untuk warga yang belum terverifikasi dapat melaporkan kerusakan ke aparat desa setempat atau petugas yang datang melakukan pendataan," katanya.

Sumber: