Banjir di Tol Tangerang-Merak Diduga Akibat Luapan Sungai Sabi, Lalu Lintas Macet!

Banjir di Tol Tangerang-Merak Diduga Akibat Luapan Sungai Sabi, Lalu Lintas Macet!

Ilustrasi kebanjiran. (pixabay)--

JAKARTA, FIN.CO.ID- Terjadi banjir di Jalur tol Tangerang-Merak sejak Minggu pukul 16.00 WIB. Akibat banjir itu, jalur lalu lintas macet total. 

Marketing and Communication Department Head Jasamarga Metropolitan Tollroad, Irra Susiyanti menyatakan banjir terjadi akibat luapan Sungai Sabi Tangerang yang tidak sanggup menahan debit air.

"Ini dampak dari curah hujan yang tinggi serta luapan Sungai Sabi, sehingga menyebabkan beberapa wilayah di daerah Tangerang dan sekitarnya tergenang air," ucap Irra saat dilansir fin dari Antara, Senin 14 November 2022.

BACA JUGA:4 Kecamatan di Tangerang Terendam Banjir, 2.000 KK Terdampak

BACA JUGA:Terendam Banjir hingga 1 Meter, Ratusan Warga Tangerang Ngungsi

Ia mengatakan akibat luapan air dari aliran Sungai Sabi tersebut, arus lalu lintas di Tol Jakarta-Merak tepatnya di KM 24 arah Bitung, Tangerang mengalami kepadatan.

"Untuk sementara arah sebaliknya yaitu dari (Tomang) semua lajur sudah dapat dilintasi kendaraan," katanya.

Menurut dia, ketinggian air yang merendam beberapa ruas di jalur tol tepatnya di KM 24 itu sampai dengan 20-30 centimeter. 

Yang mana, dengan kondisi tersebut membuat akses pada laju kiri dan tengah jalan sempat tersendat dan mengakibatkan kemacetan.

"Ketinggian air di KM 24+000 - 24+500 tepatnya berada di sekitar 20 centimeter sejak pukul 15.30 WIB," ujarnya.

BACA JUGA:Aceh Tamiang Kerap Dilanda Banjir Tiap Tahun, Mensos Risma Cari Solusi

BACA JUGA:Petugas Khusus Disiagakan Untuk Antisipasi Banjir Rob di Pesisir Jakarta Utara Akibat Gerhana Bulan Total

Kendati demikian, atas terjadinya banjir di ruas tol itu, kini pihak Metropolitan Tollroad tengah melakukan upaya penanganan dengan membangun sejumlah tanggul untuk menahan debit air.

"Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, Jasa Marga akan membangun tanggul beton (concreate barrier)," kata dia.

Sumber: