Kolaborasi Pentahelix SMF Dengan Cipta Karya, Atasi Permasalahan Kota Kumuh di Indonesia

Kolaborasi Pentahelix SMF Dengan Cipta Karya, Atasi Permasalahan Kota Kumuh di Indonesia

Jajaran Direksi SMF (Kiri ke kanan) Direktur Keuangan dan Operasional SMF Bonai Subiakto, Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo, Direktur Sekuritisasi dan Pembiayaan SMF Heliantopo (dok Ist)--

JAKARTA, FIN.CO.ID -- Kolaborasi pentahelix dengan seluruh pemangku kepentingan, menjadi isu utama dari peringatan Hari Habitat Dunia tahun 2022. 

Kolaborasi yang melibatkan unsur pemerintah pusat, daerah, instansi/lembaga dengan masyarakat termasuk pers, menjadi kunci dalam penanggulangan masalah kota kumuh di Indonesia. 

BACA JUGA:SMF Salurkan Kredit Konstruksi Rp223 Miliar ke Pengembang, Tujuannya Untuk Ini

BACA JUGA:Catat! Deretan Program SMF Untuk Mendorong Percepatan Program Sejuta Rumah Rakyat

Salah satu contoh kolaborasi Pentahelix untuk menanggulangi kawasan kumuh di Indonesia yakni melalui program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). 

Program Kotaku diinisiasi oleh Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, dengan melibatkan instansi lain, salah satunya yakni PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF. 

Dalam perkembangannya, kolaborasi SMF dengan Ditjen Cipta Karya di program Kotaku, telah dimulai sejak tahun 2019. Hingga saat ini, SMF telah tuntas merenovasi 76 rumah tak layak huni melalui program Kotaku tersebut.  

Anggaran yang disalurkan untuk program kolaboratif itu senilai Rp 4,9 miliar. Ke-76 rumah tersebut tersebar di dua lokasi yakni 29 unit Belu, Nusa Tenggara Timur, dan 47 unit Semanggi, Surakarta, Jawa Tengah. 

BACA JUGA:Pekan Ini, Kontrak Proyek Pembangunan Istana Kepresidenan IKN Nusantara Senilai Rp1,56 Triliun Ditandatangani

BACA JUGA:Menko PMK Minta Kementerian PUPR Bangun Infrastruktur Kerakyatan, Menteri Basuki: Siap!

Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo mengatakan, kegiatan Kotaku ini juga merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Perseroan melakukan penyaluran dana kepada masyarakat yang tinggal di daerah kumuh untuk membangun atau merenovasi rumah yang dimiliki agar menjadi lebih layak huni. 

"Selain itu, untuk meningkatkan kualitas hidup. Karena rumah adalah tempat berlindung, tempat untuk merancang masa depan, agar menghasilkan generasi berkualitas," ujar Ananta dalam keterangannya, dikutip Senin 7 November 2022. 

SMF sendiri mengonfirmasi bahwa program Kotaku akan dilanjutkan tahun 2023. Agar cakupan sasaran lebih baik dan pelaksanaan lebih optimal, SMF akan menggandeng Ditjen Cipta Karya, pemerintah daerah, sektor swasta, hingga masyarakat. 

Sumber: