Hati-hati! Kerumunan Seperti di Perayaan Halloween Itaewon Bisa Picu Henti Jantung, Begini Penjelasannya

Hati-hati! Kerumunan Seperti di Perayaan Halloween Itaewon Bisa Picu Henti Jantung, Begini Penjelasannya

Penyidik memeriksa tempat kejadian di mana banyak orang tewas dan terluka karena terinjak-injak saat festival Halloween di Itaewon, Seoul, Korea Selatan, (30/10/2022). Hingga Minggu (30/10) dini hari, pihak berwenang setempat menyatakan 146 orang meningga--

JAKARTA, FIN.CO.ID -- Kerumunan seperti saat perayaan Halloween di Itaewon, Seoul, Korea Selatan (Korsel), bisa memicu terjadinya henti jantung

Diketahui, pesta Halloween di Itaewon, Seoul, Korea Selatan, pada Sabtu 29 Oktober 2022 kemarin menjadi salah satu kejadian paling mengerikan yang pernah terjadi. 

BACA JUGA:Bahaya Berdesakan di Kerumunan, Bisa Picu Henti Jantung

BACA JUGA:Warga Itaewon Lakukan CPR Untuk Tolong Korban Pesta Halloween, Apa Fungsinya dan Bagaimana Caranya?

Banyaknya korban tewas dalam peristiwa itu diduga akibat terjadinya henti jantung.

Tercatat hingga hari ini, Senin 31 Oktober 2022, korban tewas dalam tragedi tersebut berjumlah 154 orang dan korban luka-luka menjadi 132 orang.

Dikutip dari Koreaboo, Badan Penanggulangan Bencana dan Keselamatan Pusat Korea Selatan (CDSCHQ) melaporkan, dari 132 orang yang terluka, 36 di antaranya masih dalam kondisi kritis dan tengah mendapat perawatan.

Korban tewas dalam kejadian horor tersebut, diduga akibat berdesak-desakan dan banyak yang mengalami sesak napas. Warga dan pengunjung juga sampai diminta membantu melakukan cardiopulmonary resuscitation (CPR).

BACA JUGA:Manfaat Minum Susu Sebelum Tidur, Bikin Nyenyak dan Gak Laper Tengah Malam

BACA JUGA:MSG Memang Aman Dikonsumsi, tapi Tetap Bisa Picu Darah TInggi

Tindakan CPR merupakan salah satu pertolongan pertama dalam mengatasi henti jantung atau cardiac arrest.

Saat situasi tidak terkendali, membuat massa merasa panik dan menyebabkan hormon stres dalam darah meningkat. Kondisi ini, pada akhirnya menimbulkan vasokonstriksi atau pembuluh darah menyempit.

Maka itu, pada situasi tersebut pemberian cardiopulmonary resuscitation (CPR) atau bantuan hidup dasar (BHD) menjadi sangat penting untuk menolong orang lain ketika seseorang mengalami henti jantung. 

 

Sumber: