Alasan Mengapa Ada Suami yang Tega Melakukan Tindak KDRT pada Istrinya Sendiri

Alasan Mengapa Ada Suami yang Tega Melakukan Tindak KDRT pada Istrinya Sendiri

Ilustrasi KDRT, Pasangan Bertengkar, Image oleh Afif Kusuma dari Pixabay--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Ada alasan mengapa sebagian kecil kaum pria, dalam hal ini suami,  suka melakukan kekerasan kepada pasangan mereka, sang istri. Hal ini disebut terkait dengan faktor biologi dan sejarah.

Dua faktor tersebut menurut ahli, bisa membuat suami cenderung agresif, bahkan mampu melakukan tindak KDRT atau kekerasan dalam rumah tangga.

Akan tetapi, bukan cuma itu yang menjadi alasan mengapa suami sampai bisa melakukan tindak kekerasan pada istri mereka.

BACA JUGA:Psikolog: Hidup Berpasangan tanpa Anak Itu Pilihan

Hal ini kata psikolog kawakan Ian Hughes, penulis buku Disordered Minds: How Dangerous Personalities are Destroying Democracy, bisa disebabkan oleh trauma masa kecilnya.

Itu artinya, anak-anak yang semasa kecilnya mengalami disfungsional dalam pola asuhnya, berpotensi melakukan kekerasan ketika mereka dewasa.

Selain karena trauma masa kecil, anak laki-laki yang terpengaruh oleh perilaku individu tertentu terhadap cara mereka berprilaku.

Konstruksi maskulinitas pada anak laki-laki yang harus tangguh dan jantan dari anak perempuan, berpotensi menyebabkan mereka tumbuh lebih keras, dan tidak tertutup kemungkinan berlaku kejam.

Sebab itu, para ahli mengingatkan kepada orang tua tentang betapa pentingnya mengajarkan konsep yang benar selama tumbuh kembang anak.

Tanda-tanda Pasangan Anda Seorang Love Bomber

Anda memiliki pasangan yang suka memberi perhatian berlebih dalam hubungan yang Anda jalani saat ini?

Mau itu berupa rasa kasih sayang, kekaguman, perhatian namun dalam dosis yang melebihi normal.

Jika itu yang Anda alami, Anda mungkin sedang berada dalam hubungan love bombing, demikian kata ahli via Halodoc.

Menurut pendapat ahli, terjebak dalam hubungan love bombing dapat menyebabkan orang masuk ke dalam hubungan yang tidak lagi menyehatkan untuk dijalani.

Beberapa kondisi seperti stres atau tertekan hingga gangguan kecemasan, adalah beberapa kondisi yang bisa dipicu oleh hubungan love bombing.

Adapun ciri-ciri yang ditunjukan seorang love bomber (orangnya), adalah sebagai berikut:

1. Memberikan hadiah dalam jumlah yang banyak, dengan tujuan untuk memanipulasi pasangan mereka, agar merasa berhutang sehingga mudah dikendalikan.

2. Pasangan yang love bomber kerap sulit untuk berhenti menelpon atau mengirim pesan.. Mereka juga kerap menanyakan perihal yang Anda lakukan secara detail, memberikan kesan Anda dalam pengawasannya.

3. Mereka yang love bomber juga tidak suka memililiki pasangan yang perhatiannya terbagi, dan bahwa hanya merekalah yang pantas untuk diperhatikan.

4. Mereka yang love bomber juga tidak bisa diikat dalam batasan yang dibuat oleh pasangan mereka, dan akan lebih cenderung mengontrol hubungan yang dijalankan itu.


Sumber: