Harus Tau, Ini Efek Samping Mengandalkan Suplemen Melatonin sebagai Obat Tidur

Harus Tau, Ini Efek Samping Mengandalkan Suplemen Melatonin sebagai Obat Tidur

Ilustrasi minum Obat Tidur, Image oleh 愚木混株 Cdd20 dari Pixabay--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Tidur adalah esensial untuk mengembalikan energi yang habis usai lelah beraktifitas seharian. Akan tetapi, tidak semua orang mudah untuk merasakan kualitas tidur yang baik.

Gangguan tidur yang dialami orang, apapun sebabnya, dapat mempengaruhi kualitas hidup mereka di hari berikutnya.

Sebab itu, tidak sedikit orang yang lalu mengandalkan obat tidur untuk mengatasi gangguan tidur mereka.

BACA JUGA:Punya Masalah Tidur? Ini Dua Teh Herbal yang Bisa Bikin Anda Lebih Mudah Terlelap

Salah satu yang diminum orang untuk mengatasi gangguan tidur adalah suplemen melatonin.

Menurut ahli, via Halodoc, konsumsi suplemen melatonin sebagai obat tidur umumnya aman dilakukan.

Hanya saja ketika dalam jangka panjang dikonsumsi, dan tidak dalam dosis yang tepat, maka efek sampingnya pun sulit untuk terhindarkan.

Tidak hanya menyebabkan sakit kepala atau kepala pusing, penggunaan suplemen melatonin dalam jangka panjang dapat menyebabkan mual, kram perut, bibir dan mulut kering.

Gak cuma itu, efek samping menggunakan suplemen melatonin sebagai obat tidur berpotensi menyebabkan orang mengalami mimpi buruk dalam tidur mereka.

Efeknya di siang hari, adalah seperti kantuk berlebihan, selain juga selalu ingin buang air kecil.

Pada anak-anak, efek minum suplemen melatonin sebagai obat tidur dapat menyebabkan mereka mengompol saat jam tidur.

Pada kasus berat, efek samping minum suplemen melatonin sebagai obat tidur adalah seperti tremor, penurunan kualitas pengelihatan, gangguan kecemasan hingga depresi.

Kulit memar, pendarahan, air kencing berdarah hingga masalah kulit seperti psoriasis adalah beberapa efek lainnya.

Gangguan Tidur Dapat Berujung Diabetes

Ada alasan yang logis mengapa manusia, harus memenuhi waktu tidur yang cukup di malam harinya, dan tujuh jam setiap malam adalah yang paling dianjurkan.

Namun ketika hal ini dilanggar, maka potensi seseorang akan maalah kesehatan di kemudian hari pun meningkat.  

Dan ketika ada yang salah dengan kualitas tidur seseorang, hal itu akan ditunjukan mereka kala siang hari menjelang.

Tubuh yang letih dan rasa kantuk tak tertahankan adalah beberapa cirinya.  

Pada mereka dengan kondisi ini, hampir bisa dipastikan berurusan dengan kondisi bernama apnea tidur, sebuah kondisi di mana penderitanya bisa  berhenti bernafas beberapa saat, dalam tidur mereka.

Ketika dibiarkan, kondisi ini akan memicu fragmentasi tidur, menyebabkan terciptanya  hormon kortisol pada otak.

Ketika hormon ini diproduksi dalam jumlah banya, kondisi ini dapat berujung pada terciptanya sindrom metabolik, menjadi salah satu pemicu diabetes pada manusia.  

Sudahkah Anda menghargai waktu tidur Anda?

Sumber: